Connect with us

Daerah

Hukuman Sudah Dikurangi, OC Kaligis Masih Nafsu Ajukan PK Lagi

JARRAK.ID

Published

on

OC Kaligis (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Otto Cornelis (OC) Kaligis mengaku masih akan mengajukan PK kembali ke Mahkamah Agung (MA), sekalipun dalam PK sebelumnya hukumannya sudah dikurangi dari 10 tahun penjara menjadi 7 tahun penjara.

“Kenapa saya ajukan PK kedua? Karena PK pertama halaman 318 faktanya adalah advokat Gary (M Yagari Bhastara Guntur) lebih berperan daripada saya. Oleh karenanya, hukuman saya tidak bisa lebih dari si Gary. Gary cuma 2 tahun dan saya 7 tahun,” kata Kaligis pada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin, (25/03/2019).

Sebelumnya OC Kaligis terjerat kasus suap di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara (Sumut).

“Tidak ada satu sen pun barang bukti uang THR disita dari tangan saya. Hakim Tripeni tidak tahu apa isi bungkusan yang diberi oleh advokat Gary,” sebut Kaligis.

Dalam putusan PK pertama kata Kaligis, MA berpendapat bahwa seharusnya hukuman yang diterima dirinya tidak lebih berat dibandingkan hukuman yang dijatuhkan kepada Gary.

“Advokat Gary dengan bukti gratifikasi yang nyata divonis 2 tahun dan sekarang telah bebas. Tahun ini saya berumur 77 tahun, sakit-sakitan dan kalau masih saja ada disparitas yang begitu besar, saya baru bebas di usia 80 tahun,” ucap Kaligis.

Putusan PK yang pertama diajukan Kaligis itu diketok pada Desember 2017. Saat itu MA mengkorting vonis Kaligis dari 10 tahun penjara menjadi 7 tahun penjara.

Padahal sebelumnya Kaligis divonis 5,5 tahun penjara di tingkat pertama. Hukuman itu kemudian diperberat di tingkat banding menjadi 7 tahun dan menjadi 10 tahun di tingkat kasasi. Saat ini Kaligis masih menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin, Bandung.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer