Connect with us

Daerah

Hore, 112 Narapidana Kasus Narkoba di Pamekasan Jawa Timur dapat Remisi Lebaran

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

PAMEKASAN – JARRAK.ID – Sebanyak 211 Narapidana (napi) penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Pamekasan, Jawa Timur menerima remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Penerimaan remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah ini setelah Shalat Id, Jumat, (15/06/2018),” ujar Humas Lapas Narkotika Pamekasan Syaiful Bahri di Pamekasan, (14/06/2018) Kamis malam.

Ia menjelaskan, total jumlah penghuni Lapas Narkotika Pamekasan sebanyak 886 orang. Namun, dari jumlah itu hanya 211 orang yang menerima remisi khusus, sedangkan sisanya tidak.

“Narapidana yang menerima remisi khusus ini yang telah memenuhi ketentuan sebagaimana telah diatur dalam undang-undang,” katanya, menjelaskan.

Menurutnya, dari sebanyak 211 narapidana yang mendapat remisi khusus kali ini, tidak ada yang langsung bebas. Rata-rata pengurangan masa hukuman antara 15 hari hingga tiga bulan.

“Ketentuannya, mereka yang bisa mendapatkan remisi telah menjalani 1/3 masa hukuman, tidak pernah melakukan pelanggaran selama di penjara dan taat atas aturan yang ditetapkan petugas,” ujar Syaiful.

Ketentuan tentang remisi khusus Lebaran ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2013 (PP 21/2013) tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Kunjungan Keluarga, Bebas Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

Dalam ketentuan itu, syarat yang paling utama yang diusulkan untuk mendapatkan remisi tersebut adalah berkelakuan baik. Kriterianya tidak menjalani hukuman disiplin dalam enam bulan terakhir sejak tanggal pemberian remisi.

Selain itu, mengikuti program pembinaan di Lapas dan sudah menjalani sepertiga masa hukumannya.

Sementara, sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan serta Keputusan Presiden RI Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, warga binaan yang berhak mengajukan remisi yang sudah menjalani tahanan minimal 6 bulan penjara dan berkelakuan baik selama berada di dalam penjara.

Baca Juga:  Propam Ciduk Anggota Polsek di Banten Karena Diduga Bebaskan Tahanan

Ada lima jenis remisi, sebagaimana diatur dalam yang diatur dalam Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, yakni remisi umum, remisi umum susulan, remisi khusus, remisi khusus susulan dan remisi tambahan.

Remisi Umum diberikan pada hari peringatan kemerdekaan RI, 17 Agustus dan Remisi Umum Susulan diberikan kepada narapidana dan anak pidanan yang pada tanggal 17 Agustus telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulan dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Remisi Khusus diberikan pada hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana dan anak pidana yang bersangkutan, sedangkan Remisi Khusus Susulan diberikan kepada narapida dan anak pidana yang pada hari besar keagamaan sesuai dengan agama yang dianutnya telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulan dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Adapun yang dimaksud dengan Remisi Tambahan, yakni kedua remisi diatas dapat ditambah apabila narapidana atau anak pidana yang bersangkutan selama menjalani pidana berbuat jasa kepada Negara, melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara atau kemanusiaan, dan melakukan perbuatan yang membantu kegiatan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer