Connect with us

Bisnis

HIPMI: Pemerintah Harus Galakkan Ekonomi Pesantren

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA-JARRAK.ID-Pesantren tidak melulu mengurus soal agama, melainkan juga nasionalisme. Pesantren juga potensial menjadi institusi pengembangan ekonomi alternatif masyarakat. Karena pesantren merupakan sub-kultur masyarkat Indonesia yang tersebar di semua wilayah.

Ketua Badan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Himpi), Mufti Anam meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak selalu mengaitkan Islam dengan urusan syariah dan akhlak semata.

Mufti menegaskan bahwa Islam bisa dikaitkan dengan pembangunan kewirausahaan melalui pondok pesantren. Pandangannya itu disampaikan Mufti dalam Rapat Pimpinan Nasional Hipmi, Rabu (7/3/2018).

“Sehingga ekonomi pesantren berjalan dan keislaman tidak hanya berputar pada isu agama dan nasionalisme yang salama ini bisa berdampak pada isu hoaks di media sosial,” jelasnya.

Sejauh ini, ia menyadari, Jokowi belakangan memang mendorong kewirausahaan utamanya di segemen pengusaha muda. Sayangnya, hal itu belum cukup maksimal jika tidak melibatkan pondok pesantren.

“Satu segmen yang belum dilakukan pemerintah secara terencana dan terintegrasi adalah pemberdayaan ekonomi pesantren,” terang Mufti.

Dalam pernyataannya, Mufti berharap presiden mendorong pertumbuhan kewirausahaan pesantren dengan melibatkan langsung koperasi di dalam proyek-proyek pemerintah dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, menurut pengakuan Presiden Jokowi, pemerintah telah melakukan beberapa hal guna meningkatkan perekonomian pesantren, seperti pembangunan Bank Wakaf Mikro di pesantren.

Mamfaat bank ini, kata Jokowi, dapat menyalurkan pembiayaan mulai dari Rp1 juta dan marjin bagi hasil dua persen setiap tahun. Sementara, modal dana untuk pembiayaan tersebut masih berasal dari donasi atau sumbangan donatur.

“Volumenya memang tidak banyak dan satu bank hanya memiliki modal Rp6 miliar-Rp8 miliar. Akan tetapi, untuk produk pesantren yang memiliki komunitas bisnis, saya kira itu lebih dari cukup,” terang mantan Wali Kota Solo itu.

Baca Juga:  Pasca Jadi Tersangka, KPK Minta Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung Menyerahkan Diri

Seperti diketahui, pondok pesantren merupakan lembaga tersebar di seuluruh nusantara. Karenanya, sangat memungkinkan untuk dilibatkan dalam sektor perekonomian. Di sisi lain, setiap pondok pesantren juga memiliki yayasan dan koperasi yang dikelola oleh pengasuh dan santrinya.

Dengan begitu, bukan tidak mungkin pondok pesantren menjadi alternatif ekonomi masyarakat arus bawah.

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer