Connect with us

Daerah

Hingga Kini Pemukul Anak Menpora Tak Kunjung Ditetapkan Sebagai Tersangka

JARRAK.ID

Published

on

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan oknum Jakmania berinisial HP sebagai tersangka dalam kasus pemukulan anak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Alasan belum ditetapkannya HP sebagai tersangka menurut polisi adalah karena masih ada waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan sebelum status HP dinaikkan jadi tersangka.

“Ya kan 1 x 24 jam dulu. Jadi nggak langsung ditetapkan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Sabtu, (30/06/2018).

Saat ini, kasus pemukulan anak Imam Nahrawi masih ditangani oleh Satreskrim Polres Jakarta Selatan dan penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terkait kronologi kejadian, saksi-saksi dan hal-hal lain yang dianggap penting.

“Kita ada pemeriksaan dulu seperti apa kejadiannya, saksi-saksinya memberi keterangan seperti apa,” jelas Argo.

Argo juga menegaskan kalau HP cepat atau lambat pasti akan ditetapkan sebagai tersangka akibat ulahnya kepada anak Menteri tersebut. Dia juga mengatakan kalau saat ini proses kearah penetapan sebagai tersangka masih terus berlangsung.

“Namanya sudah pelaku, pasti mengarah jadi tersangka. Pokoknya kita proses, diproses sama pihak kepolisian,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus pemukulan anak Menpora ini terjadi pada saat menyaksikan pertandingan Persija melawan Persebaya di stadion PTIK pada selasa, (26/06/2018). Akibat kasus ini, Imam Nahrawi langsung melaporkan kejadian kekerasan terhadap anaknya tersebut ke pihak kepolisian dengan laporan polisi nomor LP/1143/K/VI/2018/PMJ/Restro Jaksel.

Kasus ini kemudian membuat Direktur Utama Persija angkat bicara. Gede Widiade melalui postingan lewat akun media sosial Persija, meminta maaf kepada Menpora atas terjadinya kasus kekerasan tersebut.

Berikut pernyataan lengkap Persija Jakarta sebagaimana dikutip dari akun media sosial resminya:

“Kami pribadi, Panpel dan selaku Direktur Utama Persija Jakarta dengan kerendahan hati meminta maaf kepada putra Menpora Bapak Imam Nahrawi dan keluarga besarnya atas kejadian yang kurang mengenakkan ketika Persija menjamu Persebaya di Stadion PTIK 26 Juni 2018. Semoga kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi kami ke depannya agar terus berbenah dalam aspek keamanan dan kenyamanan di dalam dan di luar stadion. Kami berharap ada pintu maaf untuk Persija”.

Baca Juga:  Bertambah, Bom Gereja Surabaya Tewaskan 8 Orang dan 38 Luka-Luka

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer