Connect with us

Daerah

Hatta Rajasa Lebih Prioritaskan Keluarga Dibandingkan Ikut-Ikutan Nyapres

JARRAK.ID

Published

on

Hatta Rajasa bersama keluarga (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Mantam Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menyatakan kalau dirinya tak ingin lagu terjun secara aktif di politik apalagi terkait dengan semakin dekatnya kontestasi Pilpres 2019. Hatta yang sempat mendampingi Prabowo pada Pilpres 2014 yang lalu saat ini lebih memilih memanfaatkan usia lanjutnya untuk berkumpul bersama keluarga dan cucunya.

“Saya saat ini sedang enjoy dengan cucu,” kata Hatta di kawasanSenayan, Jakarta, Senin, (09/07/2018).

Hatta yang sebelumnya pernah menjabat sebagai menteri era SBY dan juga Ketum PAN sebelum digantikan Zulkifli Hasan ini memang sudah tak sering nampak lagi di kancah perpolitikan tanah air.

Meski demikian, Hatta bukan tak berarti acuh terhadap perkembangan politik tanah air pasca kekalahannya dari Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu. Ia malah menaruh harap pada Pilpres 2019 ini agar muncul tokoh-tokoh muda yang maju sebagai Capres atau Cawapres.

“Saya senang mendorong yang muda-muda untuk maju, untuk berkiprah. Yang senior-senior seperti saya ini lebih banyak memberikan share pengalaman, share kepada teman-teman yang akan berpolitik, yang sudah di politik, yang sekarang mengemban amanah,” ujarHatta penuh harap.

Mantan Menko Perekonomian era presiden SBY itu pun sempat menyinggung soal aturan ambang batas pencalonan presiden yang dipatok 20% jumlah kursi di DPR atau 25% dari total suara nasional pemilu 2014.

“Kalau sekarang ini yang penting untuk kita ini, menurut saya, bagaimana partai politik ini berkomunikasi untuk bisa mencapai 20 persen minimum,” ujar Hatta.

Hatta juga menghimbau kepada siapapun nanti yang akan memegang kekuasaan tertinggi sebagai kepala negara di Indonesia agar tetap menjaga nama baik bangsa.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer