Connect with us

Elektoral

Hasil Survei: Amien Rais Populer, Tapi Tak Berpengaruh

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais merupakan tokoh yang populer di mata masyarakat. Kendati demikian, Amien Rais dinilai tidak dapat mempengaruhi suara pemilih di Pilpres 2019. Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

“Amien Rais adalah salah satu tokoh agama yang paling sering muncul ke publik dengan berbagai aksi dan komentarnya. Secara popularitas, Amien Rais adalah tokoh agama yang paling dikenal. Mereka yang mengaku mengenal Amien sebesar 83,1 persen, namun dari angka tersebut, hanya 57,2 persen yang menyatakan suka dengan sosok Amien,” kata peneliti LSI Ikrama Masloman di kantor LSI Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, (14/11/2018).

Sementara itu, kelompok atau orang yang mau mendengarkan imbauan mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu angkanya sangat kecil, hanya 9,4 persen.

“Dan mereka yang menyatakan mendengar imbauan Amien Rais hanya 9,4 persen. Popularitas Amien yang tinggi memang tidak sebanding dengan kekuatan pengaruhnya saat ini,” ucap Ikrama.

Bahkan dalam survei terhadap pemilih dari Nahdlatul Ulama (NU), pengaruh Amien Rais lebih kecil lagi, hanya 6,3%.

“Segmen muslim NU adalah segmen terbesar pemilih muslim jika dilihat dari afiliasi organisasi keagamaannya. Di muslim NU, mereka yang menyatakan mendengar imbauan Amien Rais hanya 6,3 persen. Sementara untuk yang menyatakan tidak mendengarkan imbauan Amien sebesar 81,8 persen,” jelasnya.

Survei ini dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200, melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini sebesar kurang-lebih 2,8 persen.

 

Baca Juga:  Utang Terus Naik, Prabowo: Indonesia Terancam Jadi Negara Miskin Selamanya

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer