Connect with us

Daerah

Hakim Resmi Tolak Praperadilan M Romahurmuziy

JARRAK.ID

Published

on

Eks Ketum PPP, M Romahurmuziy (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Hakim tunggal Agus Widodo resmi menolak permohonan praperadilan yang diajukan Eks Ketum PPP, M Romahurmuziy atau Rommy.

Hakim beralasan, pokok perkara yang menjerat Rommy sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga permohonan praperadilan harus ditolak.

“Menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya,” ucap Agus dalam putusannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa, (14/05/2019).

Agus juga menyebut bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan penetapan tersangka yang dilakukan KPK kepada Rommy adalah sah. Dia menyebut penetapan tersangka Rommy telah sesuai dengan KUHP yang tertuang dalam surat perintah penangkapan pid.00/01/03/2019.

“Menimbang ketetapan tersangka sudah memenuhi alat bukti yang sah,” jelasnya.

Dia juga menyebut dalam mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 102/PUU/VIII/2016 untuk memperjelas gugurnya praperadilan. Dia juga menyebut penyadapan yang dilakukan KPK dalam kasus Rommy adalah sah dan tidak bertentangan dengan hukum.

“Menimbang ketentuan Pasal 12 Ayat 1 huruf a sebagaimana dimaksud tentang penyadapan dan merekam pembicaraan. Menimbang bahwa berkaitan objek permohonan pemohon, tidak termasuk dalam objek praperadilan, lagi pula isi rekaman dari telepon tersebut hal itu menjadi wewenang KPK sebagai institusi atau lembaga yang memeriksanya,” ucap Agus.

Diketahui, pembacaan putusan ini sempat diwarnai dengan pencabutan gugatan praperadilan Rommy melalui pengacaranya. Namun, KPK tetap meminta hakim untuk membacakan putusan praperadilannya, hingga akhirnya hakim tetap membacakan putusan.

Baca Juga:  Surati Kapolri, OC Kaligis Minta Kasus Denny Indrayana dan Bambang Widjojanto Dilimpahkan ke Pengadilan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer