Connect with us

Politik

Hakim Agung Artidjo Alkostar Pensiun Hari Ini

JARRAK.ID

Published

on

Artidjo Alkostar, hakim agung yang pensiun hari ini di usianya yang ke-70, Selasa (22/5/2018)/Doc. Net

JAKARTA – JARRAK.ID – Hakim agung, Artidjo Alkostar, pensiun di usianya yang ke-70 mulai hari ini, Selasa (22/5/2018). Demikian ini sesuai dengan pasal 11 huruf b UU Mahkamah Agung (MA).

Pasal tersebut mengamanatkan bahwa ketua, wakil ketua, dan ketua muda Mahakamah Agung (MA) diberhentikan dengan hormat dari jabatannya oleh Presiden aras usul Mahkamah Agung karena terlah berusia 70 tahun.

Jubir MA, hakim agung Suhadi, membenarkan kabar pensiunnya Artidjo. Menurut Suhadi, Artidjo terakhir kali bersidang pada Jumat (18/5).

“Beliau sudah pensiun. Jadi pensiun hari ini. Secara dministrasi pensiun 1 Juni,” ucap Suhadi kepada wartawan, Selasa (22/5/2018).

Berdasarkan riwayat hidup Artidjo, sebagaimana dikutip dalam laman resmi Universitas Islam Indonesia (UII), ia ulang tahun hari ini. Artidjo lahir pada 22 Mei 1948. Dikutip dari detikcom, Artidjo memulai kuliah di Fakultas Hukum UII pada September 1967. Artidjo juga aktif di gerakan mahasiswa dan kerap ikut berdemonstrasi saat masih di bangku kuliah.

Artidjo aktif sebagai dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan advokat, sebelum menjadi hakim agung. Sebagai seorang advokat, Artidjo pernah menangani beberapa kasus penting, di antaranya Anggota Tim Pembela Insiden Santa Cruz di Dili (Timor Timur 1992), dan Ketua Tim Pembela gugatan terhadap Kapolri dalam kasus Pelarungan Darah Udin (wartawan Bernas Fuad M Syafruddin).

Selain itu, Artidjo juga aktif di LBH Yogyakarta. Bahkan, dirinya sempat menjadi Direktur LBH Yogyakarta pada 1983-1989. Alumnus Fakultas Hukum UII ini juga mendirikan kantor hukum Artidjo Alkostar and Associates.

Sebelum itu, Artidjo juga menempuh pendidikan untuk lawyer mengenai Hak Asasi Manusia di Columbia University selama enam bulan. Artidjo juga bekerja di Human Right Watch divisi Asia di New York selama dua tahun.

Baca Juga:  Muhaimin Iskandar Ganti Sekjen PKB, Untuk Apa?

Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra meminta Artidjo mendaftar menjadi hakim agung pada awal tahun 2000-an. Bahkan, Artidjo sempat meminta restu dari kiai sepuh Madura sebelum menerima tawaran Yusril.

Meski dirinya tidak terlalu yakin terhadap profesi hakim. setelah mendapat restu kiai Madura, akhirnya, Artidjo menyanggupi dan lolos ke Medan Merdeka Utara, kantor Mahkamah Agung (MA).

Artidjo dikenal sebagai hakim yang tegas dan sering menjatuhkan hukuman berat kepada koruptor. Dia hakim yang disegani karena sederhana, tapi tanpa kompromi. Selama 18 tahun menjadi hakim agung, berbagai perkara diadilinya. Dari kasus Soeharto hingga Ahok.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer