Habib Riza: Pemikiran Pradi dan Imam Budi Hartono Berimbang

2 min read

 

Depok,Jarrak.id-Pilkada | Berkunjung-nya bakal calon wakil walikota Depok dari PKS Imam Budi Hartono ke kediaman Habib Riza Allhabsyi beredar viral videonya tentu menimbulkan perbincangan di elit politik Depok dalam pekan ini.

Habib Riza Alhabsyi diketahui sempat mencuat sebagai  calon kuat wakil walikota Depok dari PDIP Perjuangan mendampingi Pradi yang memiliki basis dan pendukung yang riil dari dari kalangan nasionalis dan kalangan nahdiyin.

Sumber dari internal PKS yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa slahturahmi Imam Budi ke Habib Riza pasti didasari atas ketokohan Habib Riza dikalangan warga Depok.

Bahkan sumber tersebut mengungkapkan bahwa hasil lembaga survei pilkada di internal PKS beberapa bulan terakhir menempatkan Habib Riza dalam posisi elektabilitas yang cukup tinggi diposisi nomor 3 ( tiga ) dibawah elektabilitas Mohammad Idris dan Pradi Supriatna sebagai calon walikota dan wakil walikota Depok, bahkan mampu melampaui elektabilitas Imam Budi Hartono.

Namun habib Riza Alhabsyi menampik secara halus terkait video yang beredar bahwa silahturahmi itu terkait soal dukungannya Pilkada Depok terhadap Mohammad Idris-Imam Budi.

“Tidak ada pembahasan dukung-mendukung soal Pilkada. Saya tegaskan itu. Apalah arti seorang Ahmad Riza. Saya bukan siapa-siapa.Itu silahturahmi sesama anak bangsa aja sekaligus kawan lama waktu jadi anggota Dewan Propinsi. Nostalgia lah dan diskusi soal Depok, “ujar Riza dalam perbincangan, Selasa (15/9) di Depok.

“Masa’ ada kawan mau mampir ke rumah lalu pagar rumah saya gembok? Saya ini lahir berdarah nahdiyin dan tumbuh besar berpikir ala Bung Karno. Jadi pak Imam datang bukan karena saya kader PDIP, tapi sebagai saya anak kampung di Depok yang 40 tahun lebih tinggal disini.,”ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa yang dilakukan itu hanya mencontoh pendiri bangsa kita “Bung Karno” yang membuka pintu lebar-lebar untuk berdiskusi dengan semua elemen bangsa walau berbeda sikap politik tapi demi persatuan nasional maka ego dan kepentingan golongan disingkirkan.

“Saya juga berkawan baik dengan Pak Pradi juga sering diundang makan dirumahnya. Pak Pradi juga memiliiki pemikiran yang sama bagusnya seperti Pak Imam,” kata mantan anggota DPRD Propinsi Jabar 2009-2014.

“Coba cerna *isi Pidato Bung Karno 20 Mei 1952 judulnya “Jika Rukun, Kita Menjadi Kuat”*. Jadi Demokrasi juga telah menciptakan ikatan dalam melaksanakan pembangunan nasional. Pintu pikiran dan hati saya terbuka lebar untuk Kerukunan dan Keberagaman, “jelas mantan Wakil Ketua GP Anshor Jawa Barat.

Riza menambahkan kepada setiap calon Walikota Idris atau Pradi Supriatna termasuk juga dengan Imam Budi Hartono bahwa ia menitipkan agenda-agenda program-program prioritas pembangunan Depok yang agar dititik beratkan pada peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan dan membangun kerukunan antar-umat beragama yang kuat dan solid.

” Saya hanya “fardhu kifayah” soal gagasan dan program. Boleh diterima ataupun tidak. Politik pilkada itu tidak boleh “baperan” (bawa perasaan). Fokus pada program dan gagasan dan memperbanyak wawasan , “pungkas Riza. (wok)