Connect with us

Politik

Gus Mus Ingatkan PBNU Tak Bicara Politik Praktis di Kantor NU

JARRAK.ID

Published

on

Cuitan KH Mustofa Bisri di akun Twitter resminya yang meminta agar Kantor PBNU jangan dijadikan tempat untuk membicarakan soal kepentingan politik praktis (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ulama kharismatik dari kalangan Nahdatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus) turut menanggapi soal PBNU yang sempat ‘ogah’ mengakui Mahfud MD sebagai kader

Melalui cuitannya di akun Twitter resminya, Gus Mus mengingatkan para pengurus dan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) untuk berhati-hati dalam memberi pernyataan terkait politik praktis.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan agar para elite NU tidak bicara politik praktis di kantor PBNU.

“Para pengurus/pemimpin NU yang harus bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan; terutama bila berkaitan dengan politik praktis,” tulis Gus Mus dalam akun Twitternya @gusmusgusmu seperti dikutip Jarrak.id, Kamis, (09/08/2018).

“Dan sebaiknya tak usah bicara politik praktis di kantor NU. Bukan tempatnya,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah elite NU yang terdiri dari Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan sejumlah tokoh lain, melakukan pertemuan di Kantor PBNU.

Dalam pertemuan tersebut Robikin pun menyebut tidak memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan Jokowi di Pilpres 2019 jika cawapresnya bukan dipilih dari kader NU.

“Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya,” kata Ketua PBNU Robikin Emhas mengungkap isi pertemuan elite-elite NU di PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu, (08/08/2018).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer