Gratiskan Biaya Pendaftaran dan Pembangunan, Wujud Kepedulian Sekolah Parulian Terhadap Dampak Covid-19

2 min read

MEDAN – JARRAK.ID – Dalam rangka menyahuti keinginan masyarakat dan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak pandemi Covid-19, Sekolah Parulian Medan mengratiskan seluruh biaya pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun ajaran 2020/2021.

Demikian ditegaskan oleh Erita Siburian Sekretaris Yayasan Pendidikan Parulian yang sekaligus menjadi penanggungjawab PPDB, Kamis (11/6/2020)

“Sebagai wujud kepedulian kami terhadap dampak Covid-19, semua sekolah yang berada naungan Yayasan Parulian Medan dari jenjang TK, SD dan SMP –menggratiskan seluruh biaya pendaftaran PPDB. Baik itu biaya pembangunan, uang seragam sekolah, dan uang buku. Semua kita gratiskan untuk tahun ajaran 2020/2021”, ujar Erita Siburian.

Kebijakan penggratisan ini juga sebagai upaya Sekolah Parulian berkomitmen mematuhi kebijakan Plt Walikota Medan terkait pembebasan uang pendaftaran PPDB.

“Kami juga berkomitmen untuk menjalankan kebijakan Plt Walikota Medan agar semua sekolah baik negeri maupun swasta di lingkungan dinas pendidikan kota Medan menggratiskan biaya pendaftaran”, ungkap Erita lagi.

Plt walikota Medan telah mengeluarkan Surat Edaran No 420/3481 Tanggal 14 Mei 2020 tentang keringanan biaya pendidikan pada perguruan swasta di kota Medan.

Dalam surat edaran itu, semua perguruan swasta mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP dan sederajat dilarang membebankan biaya pendaftaran maupun biaya pembangunan pada pelaksanaan PPDB Tahun ajaran 2020/2021.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan anak-anaknya ke Sekolah Parulian. Selain pendaftaran gratis, Parulian juga selalu memperhatikan aspek protokol kesehatan. Diantaranya menyediakan tempat cuci tangan dengan sabunnya, dan secara berkala melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan sekolah”, imbuh Erita lagi.

Selain peduli terhadap protokol Covid, Sekolah Parulian juga konsisten dalam mengembangkan program literasi sekolah, penerapan pembelajaran aktif, dan penguatan pendidikan karakter.

“Kami tetap konsisten menjadikan sekolah kami adalah sekolah literasi di Sumut. Kami juga konsisten mengembangkan pembelajaran aktif dalam memfasilitasi pembelajaran kepada siswa baik dilakukan di dalam kelas maupun diluar kelas. Selain itu tetap konsisten dalam memperkuat pendidikan karakter”, ungkap Erita lagi.

(M-01)