Connect with us

Politik

Golkar Masih Keras Kepada, Daftarkan Dua Eks Napi Korupsi Sebagai Caleg

JARRAK.ID

Published

on

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa partainya memang mencalonkan dua nama eks napi korupsi sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 mendatang.

Ace beralasan mereka tetap memiliki hak untuk mencalonkan diri selama Peraturan KPU masih dalam uji materi di Mahkamah Agung (MA).

Apalagi kata Ace, hasil rapat pimpinan DPR dengan KPU menyatakan narapidana eks koruptor bisa mendaftar sebagai bakal caleg selama MA belum mengeluarkan keputusan atas uji materi PKPU.

“Partai mempersilakan yang bersangkutan untuk mencalonkan diri selagi memang kesempatan untuk dicalonkan itu masih dimungkinkan berdasarkan atas rapat tersebut,” ujar Ace di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, (19/07/2018).

Ace membeberkan dua eks koruptor yang menjadi bacaleg Golkar, yakni Ketua DPD Golkar Aceh TM. Nurlif dan Ketua Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nurlif merupakan mantan narapidana kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2014. Sementara Iqbal merupakan mantan narapidana kasus dana bansos dan dana peningkatan pendidikan Jateng tahun 2008.

Ace menegaskan bahwa pencalonan mereka karena keduanya memiliki peran penting dalam partai. Terlebih lanjut Ace, pencalonan keduanya juga merupakan aspirasi dari akar rumput.

“Memang keduanya agak sulit bagi partai untuk mencoret,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengaku pencalegan Nurlif dan Iqbal akan mendapat pertentangan dari sebagian pihak, terutama karena Golkar memiliki tagline #GolkarBersih.

“Tapi apapun hasil uji materi di MA soal Peraturan KPU, pada prinsipnya Golkar akan tetap ikuti,” tandas Ace.

 

Baca Juga:  Prabowo Tiga Kali Deklarasi Menang Pilpres, Begini Respon TKN Jokowi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer