Giliran NasDem Kecam Rencana Kunjungan Petinggi NU ke Israel

2 min read

JAKARTA – JARRAK.ID – Anggota Komisi III DPR RI, Taufiqulhadi menyesalkan rencana kunjungan Rais Aam PBNU sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Yahya Cholil Staqub ke Israel. Taufiqulhadi menyebut kunjungan Yahya tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap proses diplomasi dalam penyelesaian konflik di Palestina.

“Entah untuk apa Yahya Staquf ke Israel. Saya tidak melihat kehadiran Yahya akan menambah asin atau manis dalam diplomasi untuk kaitan konflik Arab dan Israel saat ini. Jika dalam konteks Indonesia, mayoritas rakyat Indonesia belum menginginkan Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Taufiq kepada wartawan, Minggu, (10/06/2018).

Taufiq kemudian berbicara masalah kedekatan Presiden ke-4 RI almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan mantan PM Israel Simon Peres. Dia mengatakan kapasitas Yahya belum seperti Gus Dur, yang bahkan saat itu kunjungannya ke Tel Aviv juga menjadi kontroversi di Tanah Air.

“Mungkin Yahya ingin mengikuti jejak Gus Dur, yang pernah dekat dengan Tel Aviv di masa pemerintahan Shimon Peres dari Partai Buruh yang agak kiri. Tapi Yahya bukan Gus Dur. Dia belum punya kaliber sebesar Gus Dur. Sekaliber Gus Dur saja dulu masih dilihat rakyat Indonesia secara kontroversial,” ulasnya.

Selain Yahya bukan Gus Dur, masih kata Taufiq, kehadirannya ke Israel saat ini kurang pantas mengingat Israel dipimpin oleh tokoh yang anti terhadap perdamaian.

“Ia hadir di saat Israel dipimpin oleh kelompok tengah kanan, yang antiperdamaian. Kelompok ini sekarang sedang berusaha melenyapkan warga Palestina di Gaza. Erdogan mengatakan, Netanyahu sekarang sedang melakukan politik genosida di Gaza. Apakah Yahya Staquf memang ingin mendukung genosida di sana?” ujar Taufiq.