Connect with us

Politik

Gerindra Tuding Jokowi Boros Gunakan Anggaran Negara

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburrokhman menuding kebijakan Presiden Joko Widodo menambah empat staf khusus merupakan tindakan pemborosan terhadap penggunaan uang negara.

“Jelas ini akan menambah berat beban anggaran, apalagi di tengah keterpurukan ekonomi saat ini,” kata Habiburrokhman, Jumat (18/5/2018).

Mestinya kata Habiburrokhman, Jokowi dapat mengoptimalkan peran para menterinya dalam mengisi kekurangan yang terjadi dalam pemerintahan. “Penambahan stafsus memang hak presiden, tapi ada konsekuensi soal anggaran,” ujar Habiburrokhman.

Menurut Habiburrokhman, selain dapat memperumit birokrasi di pemerintahan, kebijakan Jokowi berpotensi ditafsirkan sebagai bagian dari upaya untuk bagi-bagi jabatan. “Saat ini seharusnya presiden fokus kerja keras mengejar pemenuhan janji-janji pemilu dia dulu,” tandas Habiburrokhman.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menambah 4 Staf Khusus Kepresidenan yang sebelumnya sudah ada 11. Jokowi beralasan, penambahan itu karena faktor kebutuhan seiring tugas kepresidenan yang semakin banyak tahun ini.

Keempat nama baru Staf Khusus Presiden itu yakni Abdul Ghofarruzin, Siti Dhzu Hayatin, Adita Irawati, dan Ahmad Erani.

Baca Juga:  Bermaksud Ikut Polisikan Ratna Sarumpaet, Timses Prabowo: Tidak Akan Jadi ‘Bom Bunuh Diri’

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer