Connect with us

Bisnis

Gerindra Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa di Atas 10 Persen, Ini Caranya

JARRAK.ID

Published

on

Gedung DPR RI (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mengatakan bahwa pemerintah seharusnya menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 di atas 10%.

Hal itu diungkapkannya pada saat rapat panja asumsi dasar makro ekonomi tahun anggaran 2019 di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Selasa, (18/09/2018).

“Kalau lihat dari sini semua target pertumbuhan ekonomi bukan 5%, tapi bisa-bisa 10%,” kata Bambang.

Menurut Bambang, asumsi ekonomi di atas 10% bisa terwujud jika pemerintah berkomitmen dalam mengimplementasikan pemerataan ekonomi di berbagai daerah.

“Banyak sekali yang sudah dilakukan pemerintah untuk terutama yang berhubungan pertumbuhan ekonomi itu sudah dijalankan, ini menurut kami masih bisa lebih baik lagi daripada target yang sudah dijabarkan hari ini,” tambah dia.

Adapun, upaya yang telah dilakukan pemerintah dengan mengalokasikan anggaran infrastruktur yang mencapai Rp 400 triliun, Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN yang mencapai Rp 100 triliun terhitung dari periode 2015.

Selanjutnya, anggaran dana desa yang kurang lebih Rp 200 triliun sejak 2015, hingga kredit usaha rakyat (KUR) yang mencapai Rp 120 triliun.

“Ini luar biasa pak, kalau lihat dari sini semua target pertumbuhan bukan 5%, kita pernah kok pertumbuhan ekonomi sampai 12% eranya Pak Soeharto, pernah di atas 10%, dua digit,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bambang, laju pertumbuhan ekonomi yang bisa di atas dari target bisa didorong melalui paket kebijakan ekonomi yang sudah diterbitkan oleh pemerintah.

“Betapa hebatnya beberapa paket kebijakan ekonomi yang bisa menumbuhkan ekonomi kita,” tutup dia.

Baca Juga:  Ini Alasan Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Jakarta-London

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer