Gerindra Klaim Tak Ada Dikotomi Poros Mekah dan Beijing

2 min read

JAKARTA – JARRAK.ID – Dikotomi Poros Mekah dan Poros Beijing sempat mencuat beberapa minggu terakhir. Namun dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan dirinya tidak setuju dengan penamaan tersebut.

Terlebih Poros Mekah seolah diidentikkan dengan partai-partai berbasis Islam. “Tidak ada yang menyebut Poros Mekah,” kata Ferry saat dihubungi, Rabu, (20/06/2018).

Istilah Poros Mekah muncul pertama kali dari Sekjen Sekretariat Bersama (Sekber) Indonesia, Muhamad Idrus. Penamaan Poros Mekah sebagai wadah koalisi yang diisi oleh PAN, PKS dan Gerindra ini disebut Idrus merupakan amanat petinggi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq karena keduanya bertemu di Mekah.

Ferry menjelaskan, memang beberapa minggu yang lalu pernah ada pertemuan antara Gerindra, PAN dan Majelis Syuro PKS. Namun Ferry meyakinkan bahwa pada pertemuan itu tidak ada bahasan tentang Poros Mekah.

“Pertemuan di Mekah adalah pertemuan antara Pak Prabowo, Pak Amien Rais dan Habib Rizieq di sela-sela kegiatan umroh Pak Prabowo dan Amien, dan ada pertemuan Ketua Majelis Syuro PKS dengan Pak Habib Rizieq, tapi tidak pernah ada Poros Mekkah,” terangnya meyakinkan.

Ferry menceritakan bahwa sebelumnya juga pernah ada wacana penamaan koalisi keumatan. Hal ini dikatakannya juga dilontarkan oleh pimpinan FPI, Habib Rizieq. Ferry menambahkan bahwa Partai Gerindra, PAN dan PKS memang berkoalisi tetapi belum ada penamaan yang resmi.  “Kami memang berkoalisi tetapi belum ada namanya,” kata Ferry.

Ferry dalam hal ini juga tidak sependapat dengan penamaan Poros Beijing sebagai pihak yang mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang. Hal ini lanjut Ferry, pada akhirnya hanya akan menimbulkan dikotomi yang seolah saling berlawanan.

“Saya tidak setuju dengan adanya penamaan Poros Mekah karena pertama kami tidak pernah menyebut diri sebagai Poros Mekah,” tandas Ferry.

Ia juga melanjutkan, “Dan tidak setuju dengan penyebutan Poros Beijing. Seperti seolah-olah ada dikotomi padahal kan tidak ada yang namanya Poros Beijing dan Poros Mekkah.”