Connect with us

Daerah

Genjot Produksi Garam Rakyat, PT Garam Siapkan Dana Besar Tahun Ini

JARRAK.ID

Published

on

Direktur Utama PT Garam (Persero), Budi Sasongko, dalam acara Pennadatanganan Nota Kesepahaman PT Garam dengan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) di Surabaya (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pergaraman nasional, PT Garam (Persero) akan terus menggenjot produksi garam rakyat. Bahkan, produksi garam tahun ini diprediksi akan terus meningkat. Pasalnya, saat ini petani garam memasuki masa puncak produksi dan panen raya garam rakyat.

Karena itu, PT Garam (Persero) telah membaut terobosan anyar untuk menjaga distorsi harga jual karena faktor demand and supply. Bahkan, tahun ini, PT Garam juga menyiapkan dana cukup besar melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menyerap garam rakyat.

Tahun lalu, PT Garam tidak maksimal menyerap garam rakyat karena nilai harga jual yang terpantau sudah tinggi. Karenanya, beberapa bulan terakhir ketersediaan garam rakyat sudah habis.

Direktur Keuangan PT Garam (Persero) Anang Abdul Qoyyum mengungkapkan, penyerapan garam rakyat kali ini untuk menjaga agar harga garam rakyat berada pada tingkat yang wajar. Dengan begitu, harga garam rakyat tidak mengalami penurunan secara tajam.

“Langkah ini juga untuk mengedukasi petani garam agar terus meningkatkan kualitas produksi garamnya. Sehingga dapat memberikan nilai tambah petani garam,” ungkap Anang melalui keterangan tertulisnya yang diterima jarrak.id, Kamis (19/07/2018).

’’Kami berharap serapan garam rakyat ini bisa memberikan manfaat bagi petani garam. Ini karena komitmen PT Garam (Persero) yang akan selalu hadir memberikan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya para petani garam rakyat,’’ imbuh dia.

Strategi Genjot Produksi

Tahun ini, PT Garam mematok target produksi garam bahan baku sebesar 350.000 ton. Sementara produksi garam olahan 70.000 ton. Anang menjelaskan, sntuk mendukung target produksi tersebut, sejumlah langkah strategis telah dilakukan PT Garam (Persero).

Menurut Anang, PT Garam telah melakukan investasi untuk revitalisasi dan normalisasi lahan pegaraman sebagai langkah jitu untuk mendukung target produksi. Kemudian, PT Garam telah mengoptimalkan lahan pegaraman yang idle (diam).

Baca Juga:  Pamer Kaus #2019GantiPresiden, Debat Pilgub Jabar Berakhir Ricuh

Selain itu, PT Garama telah mendirikan pabrik garam olahan di Segoromadu Gresik dan pabrik garam olahan di Camplong Kabupaten Sampang. “Terakhir, kami akan melakukan peningkatan kompetensi SDM melalui berbagai pelatihan,’’ ujar Anang.

Anang mengatakan, hingga saat ini PT Garam (Persero) telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa CSR & BL sebesar Rp 2,2 miliar. Dana tersebut secara khusus untuk tempat ibadah dan pendidikan, panti asuhan dan yatim piatu, bantuan gempa bumi di Sumenep, bantuan 100 buah pelambung keselamatan untuk penumpang kapal, 10 gerobak pedagang kaki lima.

“Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dalam waktu dekat akan disalurkan dana Bina Lingkungan untuk MCK dan bak sampah di berbagai tempat,’’ pungkas Anang.

Untuk diketahui, PT Garam (Persero) berencana memindahkan kantor pusat kembali ke Kalianget, Sumenep, Jawa Timur. Pemindahan ini diharapkan bisa memberikan manfaat kepada lingkungan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah Kabupaten Sumenep, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer