Connect with us

Mancanegara

Gempa 7,2 SR Porandakan Meksiko Selatan

JARRAK.ID

Published

on

MEXICO CITY – JARRAK.ID – Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) Oaxaca, Meksiko bagian selatan, Jumat waktu setempat atau Sabtu (17/02/18) waktu Indonesia. Gempa ini memicu kerusakan terhadap gedun dan bangunan, pemadaman listrik secara besar-besaran dan fasilitas umum.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (17/02/2018), pusat gempa berada di lokasi 37 kilometer timur laut Pinotepa de Don Luis, Oaxaca, atau dekat dengan resort peselancar di pantai Pasifik. Survei Geologi Amerika Serikat (USDG) mencatat episentrum gempa berada di kedalaman 15,3 mil (24,6 km) dari permukaan bumi. Dan getarannya dirasakan sampai Guatemala.

Guncangan gempa juga terasa hingga Mexico City, di mana sejumlah bangunan bergoyang yang membuat ribuan orang panik dan berlarian ke jalanan. Foto-foto yang diunggah media menunjukkan reruntuhan bangunan. Produk-produk di supermarket setempat juga terlihat berjatuhan dari raknya, dan mobil-mobil juga bergoyang.

September tahun lalu, Meksiko juga diguncang gempa, baik Mexico City maupun Meksiko bagian selatan masih dalam pemulihan sebelum akhirnya dilanda gempa lagi. Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto menyatakan “protokol telah diaktifkan” usai gempa kuat ini melanda.

Meskipun gempa kali ini tidak sedahsyat gempa sebelumnya, akan tetapi masyarakat masih trauma berat karena pemulihan belum maksimal. Selama berita ini dilansir belum ada korban jiwa yang ditemukan.

Patricia Gutierrez, seorang guru bahasa Inggris berusia 66 tahun, sedang tidur dengan cucunya, Juliet, 11, saat dia mendengar alarm.

“Dia mengenali suaranya, ketika saya membuka mata, saya melihat matanya tertegun, matanya melebar, seperti piring, dia tidak mengatakan apapun,” kata Gutierrez tentang cucunya.

Gutierrez bersama keluarga berhasil meninggalkan apartemennya di lantai dasar sebelum gempa melanda.

“Saya meninggalkan telepon dan segalanya kecuali sepatu dan bayi saya,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

“Jujur saja, kami semua sedikit kesal. Kami mulai mengangis setiap kali alarm (gempa) berbunyi. Kami stress, kami teringat gempa sebelumnya. Jadi kami berlari keluar ke jalanan. Hanya itu yang bisa kami lakukan,” kata Kevin Valladolid (38) yang tinggal di La Roma, Mexico City.

Baca Juga:  Unik, Sekolah Terkenal di Inggris Bebaskan Laki-Laki Pakai Rok

Guadalupe Martinez, seorang pensiunan berusia 64 tahun, mengatakan bahwa dia masih gemetar karena shock. Tapi getaran gempa tersebut tak separah dua gempa sebelumnya yang menewaskan total 465 nyawa.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer