Connect with us

Daerah

Geledah Kantor Waskita dan Adhi Karya, KPK Sita Dokumen Korupsi IPDN

JARRAK.ID

Published

on

Gedung KPK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sebuah dokumen terkait dugaan kasus korupsi pembangunan gedung IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan dan Minahasa, Sulawesi Utara saat menggeledah kantor Waskita Karya dan Adhi Karya.

“Penyidik menduga terdapat bukti-bukti terkait proyek pembangunan kampus IPDN tersebut di lokasi. Dari sana disita sejumlah dokumen-dokumen dan bukti informasi elektronik dalam bentuk CD yang kami pandang akan mendukung pembuktian perkara pokok,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu, (13/03/2019).

Febri menegaskan, dokumen yang disita akan terlebih dahulu dipelajari oleh penyidik KPK, dan akan dikombinasikan dengan keterangan dalam pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Penyidik akan mempelajari hasil penggeledahan tersebut dan akan melakukan cross check pada saksi-saksi yang relevan sesuai jadwal pemeriksaan,” ucapnya.

Sebelumnya KPK sudah menetapkan tiga orang dalam kasus dugaan korupsi ini. Mereka adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kemendagri, Dudy Jocom, Kepala Divisi Gedung PT Waskita Karya, Adi Wibowo, dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko.

KPK menduga Dudy meminta pembagian fee sebesar 7% dari nilai anggaran proyek. Selain itu, KPK juga menduga ada kesepakatan pembagian pekerjaan antara PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya.

Dudy kemudian diduga meminta pembuatan berita acara serah terima pekerjaan 100 persen pada 2011 agar dana bisa dicairkan. Padahal, pekerjaan belum selesai.

Dari dua proyek tersebut, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp21 miliar.

Baca Juga:  Ketua KPK Agus Rahardjo Minta LHKPN Dihapus?

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer