Connect with us

Other

Gawat, Beredar Video Ancaman ISIS untuk Pemerintahan Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Jagat dunia maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berisi ancaman terhadap pemerintah Indonesia. Video tersebut beredar pada Selasa (21/08/2018), dan diakui dari Divisi Peretasan ISIS.

Video berdurasi sekitar 1 menit itu menginformasikan bahwa pihak pengancam mengatasnamakan diri sebagai Hacktivist 1435.

Dalam video itu ancaman kepada pemerintah diucapkan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan menggunakan teks berbahasa Indonesia.

“Dengan nama Allah, pesan untuk pemerintah Indonesia. Kami peretas dari Tentara Ansar Khilafah. Apa yang telah kamu lakukan kepada saudara-saudaraku?” demikian suara narator mengawali video tersebut.

Tak hanya itu, suara pria dalam video tersebut juga sempat menyinggung soal kesewenangan pemerintah Jokowi yang dilakukan kepada orang-orang yang disebutnya sebagai ‘saudara-saudara’.

Pria yang menarasikan video tersebut lantas mengatakan akan mengancam dan meneror pemerintahan Jokowi, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

“Kami akan membalas semua yang telah Anda lakukan. Kami akan berjuang dan meneror Anda di dunia nyata dan dunia maya. Kami akan menyerang dan meneror Anda di dunia maya. Kami akan berbagi akun yang telah kami retas untuk saudara kami Ansar Khilafah untuk melanjutkan dakwah dan jihad,” katanya.

Pada bagian akhir video tersebut, narator mengatakan kalimat ancaman bahwa mereka akan menemukan pemerintah Indonesia dan bahkan membunuhnya.

“Kami Divisi Peretas ISIS. Kami berjuang untuk meninggikan Alquran. Kami Hacktivist 1435, Ansar Caliphate Army. Kami akan menemukanmu dan kami akan membunuhmu.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang dapat dimintai keterangan, termasuk soal valid atau tidaknya video tersebut.

Baca Juga:  Tagar #SBYJelaskan Viral, Demokrat Sebut SBY Bawa Keteduhan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer