Connect with us

Politik

GARUDA Dukung Presiden Jokowi Segera Terbitkan Perppu Antiterorisme

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Rangkaian aksi teror di berbagai titik di Surabaya dan Sidoarjo memberikan gambaran bahwa situasi keamanan nasional sedang terancam. Gerakan Relawan Muda (GARUDA) mendukung penuh kepolisian dalam mengambil langkah-langkah taktis-strategis untuk mencegah munculnya peristiwa serupa.

Koordinator Nasional (Koornas) GARUDA, Aris Mandji mengatakan, mendukung inisiatif Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Antiterorisme sebagai landasan hukum dalam mengatasi situasi yang cukup genting.

Terlebih kata Aris, terorisme tergolong kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), yang berpotensi meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Sekarang RUU Antiterorisme belum ada kepastian kapan mau disahkan setelah pembahasan yang sudah memakan waktu hampir dua tahun. UU Terorisme yang lama harus diakui tidak mampu mengakomodir langkah kepolisian dalam menangkal gerakan terorisme, termasuk melakukan tindakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan aksi teror.”

“Oleh karena itu tidak ada pilihan lain kecuali segera diterbitkan Perppu untuk mengatasi kegentingan ini. Sehingga GARUDA mendukung langkah Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan Perppu tanpa haarus menunggu masa sidang tahun 2018 yang akan berakhir pada bulan Juni nanti,” kata Aris dikutip dari keterangan resminya pada Senin malam, (14/05/2018).

Menurut Aris, Perppu Antiterorisme akan menjadi landasan hukum yang akan memperkuat peran kepolisian dalam memberangus kelompok-kelompok teroris yang terus menghantui rakyat Indonesia setiap saat.

“Kami juga mendorong lembaga eksekutif dan legislatif memberikan dukungan sepenuhnya kepada kepolisian untuk memenuhi kecukupan dan kemampuan personel serta operasionalnya,” ujar Aris.

Menumbuhkan Kerekatan Sosial

Aris juga mengajak kepada seluruh warga negara untuk bersama-sama melawan ide dan paham radikal maupun ujaran kebencian yang masif ditransformasikan melalui media sosial.

Aris juga mengakui, saat ini kelompok-kelompok radikal menjadikan media sosial sebagai instrumen untuk melakukan propaganda dalam memecah belah kerukunan antar anak bangsa.

“Untuk itu, kita perlu meningkatkan kerekatan sosial (kohesi sosial) dan mengesampingkan perbedaan serta kepentingan politik sesaat, demi kepentingan bangsa dan negara yang utama, yaitu mencegah, melawan, dan memberantas terorisme dari mulai aktor intelektualnya, sponsor, dan pendananya, sampai ke akar-akarnya,” tegas Aris.

Inisiasi Munculnya Dialog Antar Agama

Aris mengakui aksi teror telah melahirkan sentimen negatif antar umat beragama. Sehingga Aris meminta segera diselenggarakan dialog antar umat beragama untuk mencegah polarisasi yang menuduh aksi teror dilakukan penganut agama tertentu.

“Dialog ini penting untuk membangun persepsi objektif bahwa agama apapun, termasuk Islam tidak pernah memerintahkan penganutnya melakukan aksi teror,” tegas Aris.

Dialog antar umat beragama pada sisi lain diyakini Aris, dapat menjadi media bagi seluruh penganut agama dalam membangun komitmen melawan aksi teror yang biadab.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer