Connect with us

Properti

Gandeng Arsitek Asing Bangun Gedung Tinggi, Pengembang Nilai Arsitek Lokal Kualitasnya Rendah

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA–JARRAK.ID – Disahkannya undang-undang tentang arsitek satu tahun yang lalu membuat pemerintah kini berencana membentuk Dewan Arsitek Indonesia (DAI). Pembentukan DAI sebelumnya memang merupakan amanah undang-undang yang harus diwujudkan.

Pemerintah berharap dengan dibentuknya DAI juga akan berdampak pada peningkatan kualitas arsitek lokal serta daya saing terhadap arsitek asing.

Sebagaimana diketahui, praktik dalam dunia properti yang selama ini terjadi adalah banyaknya pengembang dalam negeri yang lebih memilih menggunakan jasa arsitek asing dalam pengerjaan proyek mereka. Sebut saja misalnya PT Intiland Development Tbk.

Terkait hal itu, Corporate Secretary Intiland, Theresia Rustandi, mengaku kalau sebenarnya kualitas arsitek dalam negeri tak kalah baik dengan  luar negeri. Theresia menambahkan kalau kualitas  arsitek dalam negeri malah kian hari selalu lebih baik dan mengalami prningkatan.

Namun Theresia mengaku kalau kualitas arsitek lokal belum begitu mampu untuk melakukan pengerjaan proyek-proyek yang memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi. Oleh karena itu, penggunaan arsitek asing menurutnya lebih ditujukan kepada proyek-proyek besar seperti pembangunan gedung tinggi.

“Tetapi arsitek asing digunakan terutama untuk gedung-gedung tinggi yang tingkat kesulitannya lebih kompleks. Namun, arsitek asing ini selalu didampingi arsitek lokal,” kata Theresia, Sabtu, (30/06/2018).

Selain itu, menurut Theresa, biasanya yang menjadi pertimbangan seorang pengembang menggunakan jasa arsitek adalah pengalaman dan jam terbang. Semakin tinggi jam terbang dan pengalaman seorang arsitek, maka daya tawarnya akan semakin tinggi.

Theresa mencontohkan beberapa proyek Intiland yang dirancang arsitek asing yaitu Intiland Tower oleh Paul Rudolph, serta Regatta dan SouthQuarter oleh Tom Wright.

“Untuk kondisi tertentu, kami perlu jam terbang arsitek yang tinggi untuk mengurangi risiko,” kata Theresa.

Dengan dibentuknya DAI dan pendampingan  oleh arsitek lokal pada saat arsitek asing bekerja, Theresa berharap akan ada pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman. Sehingga lebih jauh nantinya arsitek lokal bisa memiliki banyak pengalaman dan jam terbang lebih tinggi untuk kemudian nanti pada saatnya arsitek lokal dapat membangun proyek-proyek skala besar dan kompleks semisal gedung-gedung pencakar langit.

Baca Juga:  Tanah Murah dan Strategis Penunjang Wisata di Bali

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer