Connect with us

Daerah

Gaji Tak Kunjung Dibayar, Guru SMA dan SMK di Papua Ancam Boikot Ujian Nasional

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sejumlah guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Jayawijaya, Papua mengancam akan memboikot Ujian Nasional (UN) karena sampai saat ini gaji yang menjadi hak mereka belum dibayarkan akibat tarik ulur antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot.

Seorang guru SMA Negeri 1 Wamena, Jordan Tabuni, mengatakan insentif mereka untuk tiga triwulan belum diterima dan tidak ada kejelasan dari pemerintah.

“Kami sepakat akan melakukan rapat di SMA Negeri 1 Wamena untuk rencana melakukan boikot terhadap Ujian Nasional. Kami ingin dari provinsi atau Bupati Jayawijaya turun sendiri untuk melihat keluhan ini,” kata Jordan, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu, (10/02/2019).

“Untuk SMA yang ada dalam kota, jumlahnya ada 10. Kalau ditambah dengan yang ada di luar Kota Wamena ada 15 SMA dan SMK.”

Menurut dia, sebelumnya Gubernur Papua sudah mengeluarkan SK agar gaji mereka dibayarkan oleh Pemkab atau Pemkot. Tetapi saat para guru di Jayawijaya mendatangi pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jayawijaya, mereka menyatakan bahwa tidak bertanggungjawab untuk membayarkan insentif guru.

“SK Gubernur Nomor 28, insentif itu harus diselesaikan oleh Pemkab/Pemkot di Papua. Beberapa kabupaten dan kota sudah dibayarkan, sementara masih ada tujuh Kabupaten belum. Jayawijaya dianggap sudah dibayarkan, padahal kami baru menerima satu triwulan,” katanya.

Menurutnya rapat para guru SMA dan SMK terkait rencana boikot akan dilakukan pada Senin, (11/02/2019).

Baca Juga:  Penjara Seumur Hidup Lebih Pantas Bagi Pimpinan ISIS Indonesia Ini

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer