Connect with us

Daerah

Forum Ulama dan Ustad Dukung Ketum BPI KPNPA RI Ikut Mendaftar Jadi Pimpinan KPK

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum BPI KPNPI RI, Tubagus Rahmad Sukendar (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar dianggap layak untuk ikut mendaftarkan diri menjadi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah resmi membentuk Pansel KPK untuk periode 2019-2023 yang dikomandoi oleh Yenti Ganarsih.

“Sepak terjang Ketua Umum BPI KPNPA RI yang konsen pada pemberantasan dan pencegahan korupsi di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, hari ini beliau resmi mendaftarkan diri ke Pansel KPK di Sekneg,” kata Ferri Rusdiono, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN), yang didampingi Agus Chepy Kurniadi, Ketua DPW PWOIN Jawa Barat.

“Sudah banyak kasus korupsi besar berhasil dihantarkan ke KPK dan tuntas diungkap Komisi Anti Rasuah, hingga berakhir sampai di meja persidangan sampai mendapatkan vonis tetap dari Pengadilan Tipikor,” tandas Ferri.

Sementara itu, Ketua Forum Ulama dan Ustad Indonesia, Kiai Haji Yusuf Mubarok sangat mendukung sekali sosok Tubagus Rahmad Sukendar maju mencalonkan diri menjadi Pimpinan di KPK.

“Komitmennya dalam pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi sudah sangat teruji, terutama dalam menahkodai ”
BPI KPNPA RI.”

“Apalagi banyak laporan pengaduan terkait kasus Tipikor mandek yang langsung ditindaklanjuti ke para penegak hukum, baik Kejari, Kejati, Polda, Mabes Polri, dan berujung ke KPK,” kata dia.

Sementara itu Pemred Jayantara News sekaligus Ketua PWOIN berharap Ketum BPI KPNPA RI lolos seleksi admininstrasi dan penyaringan yang dilakukan Pansel KPK.

“Kita perlu sosok yang tegas dan berani dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi,” puji dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer