FE UM MENYELENGGARAKAN PENYULUHAN TERKAIT PEMANFAATAN DANA PKBL PERUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN WAWASAN DAN KEMAMPUAN PELAKU UMKM DESA KEJAPANAN

3 min read

Malang, Jarrak.id | Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang yang beranggotakan Dr. Puji Handayati, S.E., Ak., M.M., CA., CMA, Vega Wafaretta, S.E., M.S.A., Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd., dan Inanda Shinta Anugrahani, S.E., M.A.

Dalam rangka untuk  menanggulangi masalah kemiskinan, pemerintah telah melakukan berbagai macam program pemberdayaan. Hal tersebut juga turut melibatkan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), kelompok peduli dunia pendidikan, dunia usaha dan pihak-pihak lain juga turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui program pemberdayaan UMKM. UMKM memiliki peran penting dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan sebagai program pengentasan kemiskinan maupun penyerapan tenaga kerja.

Namun demikian, UMKM tergolong sebagai jenis usaha marjinal karena penggunaan teknologi yang relatif sederhana, tingkat modal yang rendah, akses terhadap kredit yang rendah, serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada UMKM yang terletak di daerah industri adalah masih kurangnya pemanfaatan pembiayaan bagi hasil PKBL secara maksimal.

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) adalah salah satu bentuk pelaksanaan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan khususnya BUMN. Program kemitraan adalah suatu bentuk usaha yang dilakukan oleh BUMN untuk membantu usaha kecil menengah (UKM) agar lebih berkembang.

Dalam pasal 66 ayat 2 (c) dan pasal 74 ayat 1-4 Undang – Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas telah jelas dinyatakan bahwa setiap perusahaan yang bersumber daya alam diwajibkan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya.

Untuk itu, pemerintah membuat peraturan mengenai pelaksanaan kegiatan CSR oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Bina Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL).

Strategi yang tepat sangat diperlukan guna mendukung keberlanjutan usaha pada UMKM. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang yang beranggotakan Dr. Puji Handayati, S.E., Ak., M.M., CA., CMA, Vega Wafaretta, S.E., M.S.A., Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd., dan Inanda Shinta Anugrahani, S.E., M.A.

Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pelaku usaha dalam pemanfaatan dana PKBL perusahaan.

Desa Kejapanan memiliki banyak potensi dan sumber daya dalam pembentukan usaha oleh masyarakatnya. Produk unggulan dari Desa Kejapanan ini adalah kue pia. Salah satunya adalah Pia Cahaya Tunggal milik Nurmasamah. Pada saat sesi tanya jawab, Nurmasamah tampak antusias mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemateri.

Hal ini mengindikasikan adanya ketertarikan pengusaha lokal Desa Kejapanan untuk mengetahui lebih detail terkait pemanfaatan dana PKBL perusahaan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2020 ini tetap menerapkan protokoler kesehatan di situasi pandemi Covid-19. Rendi Saputra, Kepala Desa Kejapanan, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan dana PKBL.

Pemaparan materi disampaikan dengan pendekatan langsung terhadap masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd, mendorong adanya rencana tindak lanjut dalam pendampingan UMKM dalam pemanfaatan dana PKBL.

Editor: GR

Pewarta: Sarjana