Connect with us

Daerah

Fakta-Fakta Skandal Korupsi yang Mengakhiri Karir Politik Idrus Marham

JARRAK.ID

Published

on

Idrus Marham di Gedung KPK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Karir politik Idrus Marham akhirnya terhenti pada hari ini (24/08/2018). Idrus secara resmi memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai menteri sosial (Mensos).

Sejumlah rangkaian peristiwa mengiringi perjalanan Idrus sebelum akhirnya memutuskan hengkang dari nyamannya akses Istana Negara.

KPK Tiba-tiba Datang

Pada tanggal 7 Juli 2018 yang lalu di kediaman Idrus Marham tengah digelar acara ulang tahun anaknya yang pertama.
Ditengah suasana ramai ulang tahun itu, nampak hadir sejumlah kolega Idrus baik di DPR maupun kalangan politisi Partai Golkar. Diantaranya politisi Golkar sekaligus anggota DPR Eni Maulani Saragih.

Entah suasana kaget seperti apa yang kala itu menerpa Idrus kala sejumlah petugas KPK datang menyambangi kediamannya sekitar pukul 15.00 WIB.

Kehadiran petugas KPK bukan untuk mengucapkan selamat, namun komisi anti rasuah itu hendak mencokok Eni Maulani Saragih salah satu tamu dan kolega Idrus di partai dan DPR.

Skandal Suap PLTU Riau

Tak berselang lama, tepatnya satu hari pasca dicokoknya Eni, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR tersebut sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-I.

Dalam skandal suap pembangkit listrik bertenaga 35.000 Megawatt itu, Eni diduga menerima uang senilai Rp 500 juta dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Selain nama Eni, KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka lantaran ia menjadi pihak yang memberikan uang suap kepada Eni.

Eni diduga menerima empat kali dana dari Johannes sebagai fee Alias dana suap senilai total 4,8 miliar.

Idrus Diperiksa Hingga Tiga Kali

Idrus yang terseret kasus suap PLTU Riau-I tersebut tercatat telah tiga kali dipanggil oleh KPK guna dimintai keterangan. Ia dipanggil kala itu dalam kapasitasnya sebagai mantan Sekjen Partai Golkar.

Baca Juga:  Kasian, Baru Dilantik Bupati Tulungagung Tersangka KPK Langsung Non-Aktif

Salah satunya, Idrus dipanggil oleh KPK pada 19 Juli 2018 lalu selama 12 jam.

Dalam pemeriksaan tersebut, Idrus diminta untuk mengklarifikasi sejumlah hal terkait pertemuannya dengan Eni Saragih, hingga menyangkut hal yang bersifat rinci seperti bagaimana sebenarnya aliran dana suap PLTU Riau-I itu.

Selain itu, Idrus juga diminta KPK untuk menjelaskan sejumlah pertemuan dan keterlibatannya dengan Eni Saragih, Dirut PLN Sofyan Basir, dan juga Johannes Kotjo.

Idrus Marham mengaku kenal baik dengan kedua tersangka tersebut. Bahkan, Idrus sudah menganggap Eni seperti adiknya, sedangkan Johannes dianggap sebagai teman lama. Namun, Idrus membantah ada kaitan dirinya dengan kasus dugaan korupsi tersebut.

Idrus Mundur Sebagai Mensos

Tepat hari ini (24/08/2018) Idrus Marham resmi mengundurkan diri dari jabatan Mensos dan kepengurusan Partai Golkar.

Pengunduran diri Idrus tersebut diakuinya merupakan imbas dari status tersangka yang saat ini disandangnya.
Ia menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) KPK pada Kamis (23/08/2018) kemarin.

“Kemarin sudah pemberitahuan dimulainya penyidikan. Namanya penyidikan sudah pasti tersangka,” kata Idrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (24/08/2018).

Menyandang status tersangka suap PLTU Riau-I, Idrus lantas menghadap Presiden Jokowi selaku atasannya di kabinet.

Ia menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi lantaran tak ingin menjadi beban bagi Jokowi, dan pemerintahan Kabinet Kerja.

Kini, nasib Idrus bakal segera diputus. Mungkinkah mantan Mensos tersebut bakal segera menyusul koleganya Setya Novanto yang lebih dulu merasakan dinginnya Sukamiskin?

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer