Connect with us

Politik

Fahri Hamzah Tuding Gugatan Masa Jabatan Cawapres untuk Kepentingan Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Uji materi soal masa jabatan wakil presiden disoal oleh Fahri Hamzah. Fahri menganggap uji materi tersebut bermuatan politis.

Wakil Ketua DPR itu menuding Presiden Joko Widodo sebagai pihak yang akan diuntungkan apabila gugatan tersebut diterima Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Fahri, Jokowi dalam hal ini punya kepentingan untuk mengamankan dukungan dari para partai koalisi pendukungnya.

Tak hanya itu, Fahri memprediksi seandainya Jokowi menunjuk cawapres lain selain JK maka potensi perpecahan di kubu koalisi Jokowi akan sangat mungkin terjadi.

“Jadi inisiatif mendorong Pak JK itu saya percaya yang berkepentingan justru Pak Jokowi,” kata Fahri Hamzah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, (25/07/2018).

“Pak JK itu dipaksa karena Jokowi bingung mau nyari siapa karena kalau orang lain pasti susah disepakati, kalau pak JK kan tinggal disepakati,” sambungnya.

Polemik ini mencuat sejak Partai Perindo mengajukan gugatan atas undang-undang yang mengatur batasan masa jabatan cawapres. Hal itu termuat dalam pasal 169 huruf N Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersedia menjadi pihak terkait dalam gugatan yang dilayangkan oleh partai besutan Harry Tanoe itu.

JK berdalih keterlibatannya dalam gugatan yang diajukan Perindo tersebut lantaran ada nada-nada sumbang dari sebagian masyarakat yang masih menginginkannya untuk maju lagi sebagai cawapres pada Pemilu 2019 mendatang.

“Banyak pembicaraan awal yang kemudian meminta saya melakukan hal tersebut, tapi tentu sangat tergantung penafsiran dari MK,”  JK.

Dalam polemik ini menurut Fahri yang lebih bijak adalah segera menghentikan uji materi tersebut lantaran hal itu dianggapnya bertengangan dengan tradisi demokrasi yang telah begitu lama diperjuangkan.

“Pak JK jangan dipaksa lagi, pak JK sebaiknya mengambil peran negarawan seperti pak Habibie, atau apa pun, kan masih banyak yang harus dikerjakan,” tandas Fahri.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer