Connect with us

Politik

Fadli Zon Yakin Habib Rizieq Jadi Sasaran Fitnah dalam Pemasangan Bendera Mirip ISIS

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyoroti soal pemasangan berdera bertuliskan kalimat tauhid di dinding rumah Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi. Fadli memandang peristiwa tersebut sebagai fitnah yang sangat keji.

“Saya yakin apa yang terjadi pada Imam Besar Habib Rizieq adalah fitnah keji,” kata Fadli Zon, dikutip dari akun Twitter resminya, @fadlizon, Kamis, (08/11/2018).

Wakil Ketua DPR itu mengatakan, sangat mungkin ada orang lain yang dengan sengaja memasang bendera tersebut. Pasalnya, halaman depan rumah Habib Rizieq adalah area umum. Jika itu benar, Fadli menyebut hal itu kerjaan intelijen.

“Ini kerjaan dasar ‘intel’,” kata dia. Fadli pun mengaku telah menerima pengaduan tersebut dari keluarga Rizieq Shihab sejak Senin kemarin

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengonfirmas Rizieq Shihab sempat ditahan otoritas Saudi sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Agus mengatakan Rizieq ditahan pada Selasa, (06/11/2018) untuk dimintai keterangan atas laporan warga negara Saudi yang melihat bendera diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumahnya di Mekkah.

“Pada 6 November 2018 pukul 20.00 waktu Saudi, dengan didampingi oleh staf Konsulat Jenderal RI di Jeddah, MRS (Rizieq) dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan,” ucap Agus dalam keterangan resminya.

Agus mengatakan salah satu sahabat Rizieq yang merupakan warga Saudi menjaminkan dirinya supaya Imam FPI itu bebas.

Meski begitu, Agus tak menjelaskan apakah ada uang yang dibayarkan kepada otoritas Saudi untuk membebaskan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Baca Juga:  Gerindra Tuding Jokowi Diatur Parpol untuk Tolak Mahfud MD

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer