Connect with us

Politik

Erwin Aksa Ungkap Alasan Mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

JARRAK.ID

Published

on

Erwin Aksa (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Politisi Partai Golkar, Erwin Aksa menilai pemerintahan Jokowi telah gagal memanfaatkan momentum untuk memaksimalkan investasi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Menurutnya, hal itu yang menjadi alasan dirinya telah “membelot” dari Golkar untuk mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Ponakan Wapres Jusuf Kalla itu mengatakan, perekonomian Indonesia seharusnya bisa meningkat meski situasi global tengah mengalami perlambatan.

“Sebenarnya jangan menyalahkan kondisi global. Kita lihat negara tetangga Vietnam bisa tumbuh kok 6-6,5 persen. Mereka mengandalkan investasi dalam dan luar negeri. Kita selama 4,5 tahun ini kehilangan momentum investasi,” katanya disela-sela debat Pilpres 2019 Jilid 5 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (14/04/2019).

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi seharusnya bisa memaksimalkan arus modal dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Pasalnya, Indonesia membutuhkan investasi asing untuk mendongkrak perekonomian di dalam negeri. Karena itu, dia berharap Prabowo-Sandi dapat melaksanakan debat capres pamungkas dengan baik.

“Ya, mudah-mudahan Prabowo-Sandi bisa memberikan suatu solusi buat perekonomian kita agar lebih baik, investasi lebih meningkat. Saya kira gagasan Prabowo-Sandi bisa diterima masyarakat. Bisa dieksekusi apabila terpilih,” terangnya.

Contoh Negara Vietnam

Selain itu, Erwin Aksa menilai bahwa Indonesia saat ini masih butuh investasi lebih besar dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan, Vietnam yang bisa tumbuh lebih maju dari Indonesia bisa dicontoh. Mereka mengandalkan investasi domestik maupun internasional sebagai upaya memajukan perekonomian negaranya.

“Kita lihat negara tetangga Vietnam bisa tumbuh kok enam sampai 6,5 persen. Mereka mengandalkan investasi dalam dan luar negeri,” ungkapnya.

Lebih jauh, Erwin mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama empat setengah tahun ini gagal dalam mengelola investasi.

Baca Juga:  Mahfud MD Sebut 'Pemimpin Jahat', PAN: Pasti Bukan Prabowo

Padahal menurutnya hal tersebut bisa didapatkan dari Korea, Jepang, dan Amerika Serikat yang saat ini sedang dekat dengan Indonesia secara multilateral.

Untuk itu, kata dia, saat ini investasi bukan hanya bisa dari dalam negeri saja untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, juga potensi investasi internasional.

“Kita butuh investasi lebih besar buat menggenjot pertumbuhan ekonomi, tidak hanya investasi domestik tapi juga investasi internasional,” tegas Erwin.

Dia pun yakin Prabowo Subianto-Sandi akan mengajak sektor swasta lebih banyak terlibat. Terutama, untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur.

Sementara itu, Erwin mengatakan khusus terkait properti dan real estate harus digenjot. “Kalau properti digenjot bisa berkontribusi satu persen dari pertumbuhan ekonomi,” tandas Erwin.

Erwin Aksa juga berharap, yang paling penting capital inflow dari luar negeri masuk ke Indonesia. Menurutnya, dana tersimpan di Singapura atau negara lain juga dapat masuk lagi dan diinvestasikan khususnya di sektor properti.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer