Connect with us

Daerah

Erick Thohir Akan Diperiksa Soal Kasus Korupsi Asian Games, Ini Penjelasan Polisi

JARRAK.ID

Published

on

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Polda Metro Jaya membantah bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir atas dugaan kasus korupsi Sosialisasi Asian Games 2018.

Sebelumnya beredar berita di dunia maya bahwa Polda Metro Jaya juga akan memeriksa Erick Thohir.

“Jadi berita yang beredar di medsos polisi akan periksa Erick Thohir adalah tidak benar,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Selasa, (11/09/2018).

Menurut Argo, kasus korupsi di KOI telah memasuki tahap persidangan. Artinya kata Argo, kasus tersebut telah melewati tahap penyelidikan, penyidikan dan sudah dalam masa persidangan.

Dari hasil persidangan Sekjen KOI, Bendahara KOI dan Penyedia Jasa KOI sudah divonis bersalah. Setelah kasus itu disidangkan, Argo memastikan tidak pernah memanggil dan memeriksa Erick Thohir lagi sampai saat ini.

“Kasus tersebut sudah selesai dan tidak ada lagi pemanggilan bapak Erick Thohir,” katanya.

Argo menambahkan, Erick Thohir memang pernah dimintai keterangan terkait kasus itu pada 2017 lalu. Namun, kapasitasnya hanya sebagai saksi. Argo juga menegaskan, status Ketua KOI tidak pernah naik jadi tersangka.

“(Pemeriksaan itu terkait) Kasus sosialisasi dana Asian Games tahun 2017. Memang dikorupsi oleh tiga tersangka. Sekjen KOI, Bendahara KOI dan Penyedia Jasa KOI. Saat diperiksa, Erick berstatus sebagai saksi saja. Status itupun tak pernah naik menjadi tersangka. Kapasitasnya (Erick) sebagai saksi untuk kelengkapan berkas perkara ketiga tersangka,” tegasnya menjelaskan.

Baca Juga:  Aneh, Disebut Taman Hutan Raya Tapi Tak Ada Hutannya

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer