Connect with us

Daerah

Eni Saragih Sebut Duit Korupsi Sebagai Rezeki, Ini Respon KPK

JARRAK.ID

Published

on

Eni Maulani Saragih, tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1 (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih yang resmi menjadi tersangka kasus suap dalam pembangunan PLTU Riau-1 justru menyebut uang korupsi yang didapatnya sebagai rezeki.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa seharusnya anggota DPR dapat membedakan penerimaan yang terkait jabatan atau tidak.

“Dan juga tidak sulit untuk membedakan penerimaan terkait dengan jabatan dengan tidak. Itu norma dasar sekali saya kira. Dan juga tentu saja anggota DPR RI memahami hal-hal yang seperti ini,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (17/07/2018).

Febri tidak mempersoalkan pernyataan Eni. Namun Febri menegaskan bahwa KPK sudah sering mengingatkan untuk setiap pejabat negara selalu ada sumpah jabatan, yang salah satu isinya tidak akan menerima apa pun yang berhubungan dengan jabatan.

“Kalau berhubungan dengan jabatan pasti tidak boleh kalau tiba-tiba ada pihak lain yang memberikan (kepada) pejabat negara tanpa diketahui itu terkait dengan apa,” ujar Febri.

Seharusnya kata Febri, jika Eni memang tidak menyadari bahwa uang yang diterimanya sebagai tindakan korupsi, segera dilaporkan kepada KPK sebagai gratifikasi.

“Nah, sampai saat ini kan tidak ada pelaporan, dengan catatan, pelaporan itu dilakukan dengan itikad baik. Jadi bukan setelah diungkap baru dilaporkan itu beda lagi,” tutur Febri.

Sebelumnya, Eni sempat menulis 2 lembar surat dari balik rutan KPK. Surat yang dititipkan kepada pengacaranya itu, berisi soal bantahan Eni mengintervensi proyek PLTU Riau-1.

Dia juga menulis perannya beserta Dirut PLN Sofyan Basir dan pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Dalam penutup surat, Eni sempat mengakui mendapat rezeki dari proyek tersebut. Berikut petikannya:

Baca Juga:  Ternyata Sebelum OTT KPK, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Lakukan Transaksi

Kesalahan saya juga adalah merasa kalaupun ada rezeki yg saya dapat dari proyek ini karena saya merasa proyek ini proyek investasi dimana swasta menjadi agen yg legal, proses dari proyek ini benar, kepentingan negara no I (krn menguasai 51%), rakyat akan mendapatkan listrik murah (krn harga jual ke PLN murah), sehingga kalaupun ada rezeki yg saya dapat dari proses ini menjadi halal dan selalu saya niatkan utk orang2 yg berhak menerimanya. 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer