Enam Perusahaan Automotif Siap Ekspor 600.000 Unit Mobil Lewat Patimban

2 min read

JARRAK.ID | Jakarta 20 November 2020, Pelabuhan Patimban tengah dikebut pembangunannya agar segera bisa beroperasi. Sebab hal ini sudah ditunggu oleh para pelaku industri khususnya automotif.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan, hingga saat ini, sudah ada enam perusahaan yang menyatakan akan mulai menggunakan Pelabuhan Patimban untuk kegiatan bisnisnya. Namun dirinya tidak menyebutkan secara rinci perusahaan tersebut.

Selain Tol, Pelabuhan Patimban Nyambung dengan Jalur Kereta

“Saat ini sudah enam perusahaan yang memastikan akan langsung menggunakan pelabuhan seusai diresmikan nanti,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual.

Ada sekitar 600.000 unit mobil yang nantinya bakal diekspor melalui Pelabuhan Patimban hingg 2025 mendatang. Adapun total nilai ekspornya adalah sebesar Rp110 triliun yang bisa diekspor melalui Pelabuhan Patimban.

“Patimban nanti bisa paling tidak mengekspor sekitar 600.000 unit. Artinya kalau dikurskan sekarang berarti kita bisa mencapai angka di atas Rp110 triliun dari Patimban untuk waktu dekat saja, sekitar 2025,” katanya.

Oleh karena itu, Taufiek menilai Pelabuhan Patimban harus mendukung sektor automotif dengan mengedepankan konsep artifisial intelijen. Sehingga perlu persiapan matang sebelum Pelabuhan ini benar-benar beroperasi.

“Karena ini setup baru sehingga semuanya bisa artifisial intelijennya bisa dipakai, semuanya terdigitalisasi, semuanya bisa dilihat dengan cepat dan proses keputusannya juga bisa diambil cepat, baik dari sisi pengusaha maupun operator,” jelasnya.

Saat ini saja lanjut Taufiek, tanpa adanya Pelabuhan Patimban, industri automotif sudah dapat melakukan ekspor mobil sebesar 332.000 unit mobil. Sehingga diharapkan dengan adanya Pelabuhan Patimban target ekspor 1 juta unit pada 2025 akan mudah dicapai.

“Dengan optimalisasi di Pelabuhan Patimban maka akan mendorong peningkatan produksivitas industri. Digitalisasi juga penting dikembangkan agar pengambilan keputusan baik dari sisi pengusaha dan operator dapat terjadi secara cepat,” jelasnya.(K89)

Editor: GR