Connect with us

Other

Empat Pengakuan Pelaku Bom Bunuh Diri yang Tega Habisi Orang Tidak Berdosa

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Beberapa waktu lalu publik tanah air dikejutkan oleh serangkaian aksi teror di berbagai titik, mulai dari Surabaya, Sidoarjo sampai Riau.

Akibat kebiadaban para teroris, banyak korban jiwa berjatuhan. Tentu saja, peristiwa kelam ini meninggalkan luka yang cukup mendalam, terutama bagi para keluarga korban.

Setidaknya ada empat alasan yang memicu para teroris dengan sengajak melakukan aksi bom diri. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membeberkan alasan itu saat menjadi bintang tamu acara Mata Najwa.

Langsung Masuk Surga

Pemikiran yang tertanan dalam pikiran teroris kata Tito jika mereka terbunuh aksi bom bunuh diri mereka langsung masuk surga. “Ini yang sering kita temukan dalam serangan bom bunuh diri. Para terorisme melilitkan bom di badannya, dengan harapan meninggal dunia dan langsung masuk surga,” jelas Tito.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga membeberkan alasan lainnya soal nekatnya para teroris meledakkan diri, bahkan membunuh petugas kepolisian. Ternyata, para teroris sengaja ingin berperang melawan petugas.

Membunuh dapat Pahala

Menurut Tito jika mereka berhasil membunuh orang yang diyakini memiliki paham dan keyakinan berbeda dengan para teroris, maka mereka akan mendapatkan balasan pahala yang besar.

“Seperti (penyerangan) di Polda Riau kita melihat 5 orang naik Avanza dia nabrak petugas dia yakin dia dapat pahala membunuh polisi. Dia tau ada senjata tapi dipikiran mereka, mereka keluarkan parang berapapun yang dia serang dia bunuh dia dapat pahala. Kalau dia ditembak fine dia akan masuk surga,” kata Tito.

Harus Membunuh Orang Agar Terhindar Neraka

Tito mengatakan, para teroris sedianya takut untuk terbunuh sendirian. Maka jika mereka terbunuh maka harus ada orang lain yang terbunuh juga untuk menghindari mereka masuk neraka.

Baca Juga:  Presiden Protes Ada Gambar Mirip Dirinya di Poster Kampanye PKI

“Saya pernah menangkap pelaku bom di Kedutaan Australia di Bogor sekarang di Nusa Kambangan. Ketika kita tangkap dua-duanya nangis di kendaraan itu. kenapa kamu nangis? kenapa kita enggak ada kontak (tembak-tembakan). Kenapa saya tidak bisa membunuh bapak? dan kenapa bapak tidak membunuh saya. Saya kehilangan waktu untuk masuk surga,” kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Saya sampaikan kalau gitu kamu bunuh diri saja abis ini,” Lanjut Tito. “Saya masuk neraka kalau bunuh diri. Kalau dalam kontak masuk surga,” ujar Tito.

Jihad di Jalan Allah

Menurut pengakuan teroris kata Tito, mereka melakukan aksi teror sebagai jihad di jalan Allah. Pengakuan soal ini dibenarkan oleh mantan teroris bom Bali, Ali Imron.

Ali Imron membeberkan alasan mengapa banyak jaringan seperti ISIS yang melegalkan bom atas nama jihad Fi Sabilillah. Banyak jaringan atau kelompok yang membelokkan apa arti dari jihad sesungguhnya. Sehingga banyak yang menyalahkan makna jihad untuk membunuh atau melakukan bom bunuh diri dengan harapan mati syahid.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer