Connect with us

Elektoral

Emak-emak Minta Jokowi Mundur, Demokrat: Dulu SBY Cuti Waktu Kampanye Pilpres

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan membandingkan sikap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo saat kampanye Pilpres.

Menurut Syarief, SBY mengambil cuti saat kampanye di Pilpres 2009 silam.

Sebelumnya Barisan Emak-emak Militan (BEM) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung KPU. Mereka menuntut Presiden Jokowi

“Semua itu kan ada aturannya. Kampanye pilpres itu ada aturannya. Setiap WN (warga negara) tentunya harus mengikuti aturan yang sudah baku,” ujar Waketum Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (04/09/2018).

“Kalau nggak salah dulu Pak SBY cuti,” imbuh Syarief.

Syarief meminta semua hal terkait pilpres dikembalikan kepada aturan. Aturan cuti kampanye diatur lewat PKPU Nomor 23 Tahun 2018.

“Incumbent kampanye ada aturannya karena beliau kan presiden, jadi melekat kan. Itu sudah diatur dalam UU,” sebut Syarief.

Sebelumnya, berdasarkan UU Pemilu, tak ada keharusan bagi presiden untuk mundur saat maju kembali sebagai capres. Dalam UU Pemilu juga tak ada peraturan yang mengharuskan presiden mengambil cuti saat kampanye. Tidak adanya peraturan cuti untuk presiden karena presiden memiliki tugas mengatur negara.

“Kan itu bunyinya (dalam UU), begitu kan, nggak disuruh cuti, to? Kalau nggak disuruh cuti, ya jangan disuruh-suruh cuti, siapa yang akan memerintah nanti? Berdasarkan undang-undang yang ada, nanti itu yang akan kami jalankan, apa yang ada di undang-undang akan kami laksanakan,” ungkap Ketua KPU Arief Budiman, Rabu (14/03/2018).

Baca Juga:  Kelompok Tani Ikan Siap Menangkan Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer