Connect with us

Daerah

Elite Golkar Kompak Tutup Mulut Soal Pengembalian Uang Rp700 Juta ke KPK

JARRAK.ID

Published

on

Gedung KPK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Tersangka kasus suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih menyebut ada panitia Munaslub Partai Golkar yang mengembalikan uang Rp700 juta ke KPK.

Kendati demikian, sejumlah elite partai berlambang pohon itu memilih bungkan soal pengembalian uang tersebut.

“Nggak tahu, nggak nanya-nanya juga sih karena nggak tahu siapa orangnya,” ujar Ketua DPP Golkar Meutya Hafid saat dimintai konfirmasi, Sabtu, (08/09/2018).

Demikian juga dengan Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily yang juga mengaku belum tahu perihal pengembalian uang tersebut ke KPK.

Pasalnya kata Ace, selama ini belum ada laporan dari ke DPP Partai Golkar.

“Saya belum tahu. Di DPP belum ada yang lapor,” kata Ace.

Demikian juga dengan sekretaris penyelenggara Munaslub Golkar, Nusron Wahid yang belum tahu kabar itu. Ia tidak bertugas soal anggaran atau keuangan di Munaslub.

“Saya nggak tahu. Saya nggak tahu informasi begituan karena di Munaslub saya tidak mengurusi begituan,” tutur Nusron.

Sebelumnya, KPK memastikan uang Rp 700 juta yang dikembalikan terkait dengan aliran uang yang diduga digunakan kegiatan partai berlambang pohon beringin itu. Eni yang sempat bertugas sebagai bendahara Munaslub membenarkan pernyataan KPK dan menyebut uang berasal dari panitia Munaslub.

“Itu dari panitia Munaslub, mereka mengembalikan secara bertahap,” kata Eni usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Selatan, Jumat, (07/09/2018).

“Itu memberikan bukti bahwa memang uang yang Rp 2 miliar itu untuk Munaslub Golkar,” imbuh Eni.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer