Connect with us

Elektoral

Elektabilitas Prabowo Tembus 40% di Survei Internal, PKS Justru ‘Ejek’ Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

Calon Presiden Prabowo Subianto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Aliyudin mengatakan berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN), elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno sudah menyentuh angka 40%. Pada sisi lain kata Suhud, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin justru di bawah 50%.

“Iya hasil survei internal yang dilakukan BPN memang Pak Jokowi masih unggul, namun dengan selisih yang tidak terlampau jauh. Yang membuat kami optimis, elektabilitas Pak Jokowi ‘mentok’ di bawah 50%,” kata Suhud dikutip detikcom, Jumat malam, (07/12/2018).

Menurut Suhud, berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan pihaknya Jokowi akan sulit untuk meningkatkan elektabilitas. Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno masih akan terus mengalami kenaikan di sisa waktu kampanye.

“Terutama dari kampanye Sandi ke kalangan perempuan, milenial dan kelas menengah,” ujar Suhud.

Namun menurut Suhud masih ada swing voters yang nantinya menentukan siapa juara Pilpres 2019. Para pemilih ‘galau’ ini dinilai Suhud merupakan pemilih rasional.

“Perkiraan kami mereka akan menentukan sikap di akhir setelah masa kampanye dan debat capres. Kami akan terus berjuang memastikan swing voters memilih pasangan Prabowo-Sandi,” pungkas Suhud.

Hasil survei internal itu pertama kali diungkap oleh Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Menurut perkiraan Andre bahkan Prabowo-Sandi bakal menyalip Jokowi-Ma’ruf pada Januari 2019.

Sementara itu menanggapi hasil survei ini, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menganggap hanya klaim sepihak. Bahkan dia mempertanyakan mengapa tak sekalian disebut Prabowo-Sandi menang mutlak.

Baca Juga:  Denny Indrayana Sebut Keterangan Ahli Jokowi di MK Hanya Sesuai Pesanan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer