Connect with us

Daerah

Elegi Manusia Gerobak di Gemerlap Ibu Kota

JARRAK.ID

Published

on

Kondisi manusia gerobak sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di DKI Jakarta (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Di baik megahnya kota metropolitan Jakarta, ada kondisi sosial yang juga memprihatinkan. Manusia gerobak, misalnya. Status sosial mereka memang sangat terpuruk dalam beberapa hal.

Secara ekonomi, mereka nyaris tidak memiliki kebutuhan riil untuk bertahan hidup. Rumah tinggal tidak punya, jaminan sosial tidak ada, penghasilan apalagi. Mereka hidup berkalung melarat dalam gerobak.

Bahkan, di Ibu Kota, masih ada manusia gerobak yang berpindah dari lokasi satu ke lokasi lain. Mereka menyambung nyawa dengan laku yang mengenaskan. Gerobak adalah modal sosial dan ekonomi mereka untuk bertahan hidup.

Mereka, manusia gerobak ini, secara sosial teralienasi. Mereka terpenjara oleh status sosial yang mereka tidak kehendaki. Bahkan, pemerintah kadang abai untuk peduli pada mereka.

Manusia gerobak menyandarkan hidupnya melalui kerja mengumpulkan barang bekas. Nyaris sama seperti pemulung. Mereka hidup berpindah dari kolong jembatan, ke emperan toko, ke terminal.

Masalah Kesejahteraan Sosial

Manusia gerobak adalah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang mestinya memang dipikirkan oleh pemeriontah. Kerjanya nyaris mirip dengan pemulung: mengumpulkan barang bekas untuk kemudian dijual.

Berdasarkan data gelandangan pada 2016, wilayah Jakarta Pusat menduduki peringkat paling tinggi dengan jumlah gelandangan sebanyak 111 orang disusul dengan Jakarta Selatan dengan jumlah 50 orang, Jakarta Barat sebanyak 42 orang, Jakarta Utara sejumlah 14 orang, dan Jakarta Timur sebanyak 12 orang.

Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta tahun 2010, jumlah pemulung yang tersebar dari lima wilayah di DKI sebanyak 1.031 orang.

Bahkan, ditengarai setiap tahun pengemis di DKI Jakarta terus bertambah. Demikian karena Ibu Kota menjadi pusat ekonomi dan sosial di Indonesia sehingga membuat tertarik para pengemis dan gelandangan luar daerah.

Bersih Duafa

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memetakan potensi-potensi manusia gerobak yang mungkin timbul sebagai efek bulan suci Ramadhan mendatang.

“Kita pastikan Jakarta bersih dari dhuafa yang tidak tertangani. Kita pastikan bahwa kelompok yatim dhuafa ini justru akan dimuliakan di bulan suci Ramadan,” kata Sandi, di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/5/2018) kemarin.

Kata Sandi, Pemprov DKI Jakarta baru saja menyelenggarakan rapat dengan Bazis (Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah) untuk sedikitnya membahas persoalan PMKS tersebut.

Melalui pertemuan itu, kata Sandi, Pemprov ingin mengenjot empat sampai lima kali penerimaan Bazis, selama Ramadan. Sandi berencana akan menggunakan metode Fundraising dan Funspanding atau deployment yang lain daripada yang lain.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer