Connect with us

Daerah

Eks Wali Kota Depok Jadi Tersangka Korupsi, Negara Rugi Rp10 Miliar

JARRAK.ID

Published

on

Nur Mahmudi Ismail (Doc. Net)

DEPOK – JARRAK.ID – Kapolresta Depok, Kombes (Pol) Didik Sugiarto mengatakan negara mengalami kerugian Rp10,7 miliar akibat proyek fiktif pelabaran Jalan Nangka, Kecamatan Tapok, Kota Depok yang menyeret mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail.

Kerugian itu didasarkan kepada hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat.

“Kerugian ya sudah cukup banyak miliaran jumlahnya. Nanti pada saat persidangan akan dibuka secara transparan Rp 10 an miliar,” ujar Didik di Polresta Depok, Rabu, (29/08/2018).

Menurut Didik, pengadaan tanah untuk pelebaran Jalan Nangka harusnya ditalangi oleh pengembang Apartemen Green Lake View. Itu tertuang dalam surat izin yang dikeluarkan oleh Nur Mahmudi Ismail yang saat itu sebagai Wali Kota Depok.

“Tapi, fakta penyidikan yang ditemukan bahwa ada anggaran dari APBD yang dikeluarkan untuk pengadaan tanah  di 2015,” ujar Didik.

Hasil penyidikan sementara, kata Didik, mekanisme penganggaran di DPRD Kota Depok sudah sesuai prosedur. Proses penyidikan masih terus dilakukan untuk memastikan aliran dana.

“Sejauh ini DPRD melakukan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Didik.

Baca Juga:  KPK Berpeluang Jerat Tersangka Suap Pengadaan Air Minum Kementerian PUPR dengan Hukuman Mati

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer