Connect with us

Politik

Eks Koruptor, Gerindra Ngotot Ajukan M Taufik Sebagai Wagub DKI

JARRAK.ID

Published

on

M Taufik (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini kosong pasca ditinggal Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo. Sejumlah nama kandidat pengganti Sandiaga bermunculan baik dari PKS dan Gerindra sebagai partai pengusung pada Pilgub 2017 lalu.

Selain nama Mardani dari PKS, pihak Gerindra menyodorkan nama Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik sebagai pengganti Sandi. Meski Taufik diketahui pernah terbelit kasus korupsi, Gerindra tetap punya argumen untuk menjadikannya kandidat pengganti Sandiaga di DKI.

“Allah saja Maha Pemaaf, masa kita nggak memberikan maaf?” kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, Sabtu, (11/08/2018).

Selain itu, Andre menganggap Taufik telah menjalani hukumannya sehingga hak politik Taufik menurut Andre tetap ada. Gerindra menurut Andre menyadari posisi Taufik sebagai mantan napi korupsi, namun pihaknya memastikan Taufik tak akan mengulangi hal tersebut jika benar-benar menjabat Wagub.

“Sampai sekarang hak politiknya masih ada. Tentu orang yang pernah bersalah dan menjalani masa hukuman, tentu saya rasa beliau tahu persis kesalahan masa lalu dan tidak akan berani mengulangi,” kata Andre.

Sosok Taufik sendiri dianggap Gerindra punya kompetensi untuk menjadi Wagub DKI mendampingi Anies Baswedan. Pasalnya, Taufik dinilai cukup baik kala memegang kendali sebagai Anggota DPRD DKI dan juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

“Selama menjabat di DPRD DKI beliau tidak melakukan kesalahan maupun cacat moral, malah beliau adalah salah satu anggota DPRD yang bekerja keras mendukung pemerintahan DKI,” ujar Andre.

Tak hanya itu, sosok Taufik dinilai tepat menggantikan posisi Sandi di DKI dengan pertimbangan bahwa Taufik punya pemahaman mendalam terkait berbagai persoalan yang dihadapi di Ibu Kota.

“Dia berpengalaman, tahu persis masalah DKI, punya hubungan baik dengan Mas Anies,” kata Andre.

Sebagaimana direncanakan, pihak PKS-Gerindra dan Anies akan menggelar rapat membahas posisi DKI 2 usai Idul Adha. Sementara ini kandidat yang kuat mengisi posisi tersebut adalah politisi PKS Mardani Ali Sera.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota mengatur perihal pengisian kekosongan kepala daerah, sebagaimana situasi yang dihadapi DKI saat ini. Pengisian kekosongan jabatan wagub dilakukan lewat pemilihan oleh rapat paripurna DPRD.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer