Connect with us

Daerah

Eggi Sudjana Tidak Percaya Kapolri Dituduh Terlibat Tindak Pidana Korupsi

JARRAK.ID

Published

on

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Eggi Sudjana tidak percaya dengan isu yang menuding Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerima suap dari pengusaha impor daging Hariman Basuki saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Menurut Eggi, Tito merupakan orang baik dan berintegritas.

“Pak Tito orang baik,” kata Eggi Sudjana saat ditemui redaksi pada Sabtu (13/10/2018) malam.

Menurut Eggi, Tito tidak mungkin terlibat dalam kasus aliran dana suap yang saat ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh karena itu, Eggi siap memberikan bantuan hukum kepada Kapolri dalam menghadapi isu yang cenderung mengarah pada fitnah itu.

“Saya dukung beliau (Kapolri Tito),” ujarnya.

Terkait tuduhan perusakan barang bukti oleh dua mantan penyidik KPK dari Polri, Roland Ronaldy dan Harun terhadap buku catatan yang disebut berisi nama Kapolri Tito sebagaimana laporan Indonesialeaks, Eggi meminta KPK untuk tidak memojokkan Polri. Justru, kata Eggi, KPK yang harus bertanggung jawab.

“Semestinya KPK yang harua disalahkan, bukan Polri. Apalagi Agus Rahardjo sebagai Ketua KPK mengaku kesulitan mengungkap kasus ini. Jadi keliru jika menyeret Polri,” ujar pria yang saat ini maju sebagai caleg DPR RI dari PAN itu.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto membantah tuduhan Tito ikut menerima aliran dana dari terpidana kasus suap impor daging sapi, Basuki Hariman.

Setyo menegaskan, dugaan perusakan barang bukti berupa buku merah milik Basuki Hariman yang berisikan nama-nama penerima aliran dana suap adalah hoax.

“Mengenai perusakan barang bukti setelah dicek pun tidak terbukti bahwa Ronald Rolandy dan Harun melakukan perobekan. Di CCTV tidak terbukti mereka melakukan perobekan,” kata Setyo, Rabu, (10/10/2018).

Baca Juga:  Dua Calon Jadi Tersangka KPK, Debat Pilkada Kota Malang Tak Singgung Isu Korupsi

Untuk itu, Setyo meminta semua pihak bisa menahan diri dan tak terpancing dengan kabar yang beredar. Karena kabar tersebut belum tentu benar.

“Jangan mengadu, ini tahun politik. Mengadu antarlembaga penegak hukum khususnya Polri dengan KPK,” tandas Setyo.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer