Connect with us

Elektoral

Dugaan DPT Ganda, Begini Penjelasan KPU

JARRAK.ID

Published

on

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – KPU menjelaskan soal dugaan adanya pemilih ganda sebagaimana disebutkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beberapa waktu.

Menurut KPU, hal itu salah satunya diakibatkan oleh praktik administrasi yang tidak sesuai dengan aturan. Misalnya pemilih yang sudah punya KTP, lalu kemudian pindah domisili, sedangkan di tempat asalnya datanya masih ada.

“Contoh, ada masyarakat yang sudah memiliki KTP elektronik di suatu tempat, kemudian pindah. Pindah, mengurus domisili kepindahannya, namun dimungkinkan di tempat asal masih ada datanya, dan di tempat baru sudah memiliki data sendiri,” kata Komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis, (06/08/2018).

Pada sisi lain kata Viryan, juga terjadi jika ada pemilih yang melakukan perekaman lebih dari satu kali. Menurutnya, hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Kemudian yang kedua bisa jadi juga perekamannya lebih dari satu kali, dan ini sudah juga disampaikan oleh pihak Dukcapil. Dimungkinkan itu terjadi,” ujar Viryan.

Selain itu, data ganda juga dapat disebabkan adanya proses memasukkan data yang belum selesai. Seperti adanya data yang sama namun orang yang berbeda.

“Dimungkinkan terjadi karena proses entri data kita yang kurang tuntas, yang kurang tuntas maksudnya bisa saja orangnya berbeda, dan itu pernah terjadi di pilkada, setelah dicek, oh benar orangnya berbeda,” tuturnya.

Sebelumnya, Bawaslu dalam pleno di KPU meminta agar penetapan DPT ditunda. Alasannya, Bawaslu menemukan 131 ribu data pemilih ganda.

Sementara itu, sekjen koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendatangi kantor KPU. Mereka menyerahkan temuan 25 juta data ganda pada Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Baca Juga:  Presiden Jokowi Puji Ambisi Amien Rais Untuk Kembali Nyapres

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer