Dua Kereta MRT Dijadwalkan Tiba di Jakarta Awal April Ini

2 min read

Illustrasi/Pic. Okezone.com

JAKARTAJARRAK.ID –  PT Mass Rapid Transit (MRT) Indonesia akan kedatangan dua set kereta dari Jepang pada awal April 2018 besok. Saat ini seluruh rolling stock kereta tersebut dalam perjalanan menuju Jakarta.

Seperti kata Direktur Utama PT MRT, William Sabandar, seharusnya dua set rangkaian kereta tersebut dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada akhir Maret 2018 ini. Namun,  cuaca buruk membuat dua set rangkaian kereta MRT dari Jepang terlambat datang.

“Rolling Stock kereta MRT dibuat di pabrik Toyokawa Plant milik Nippon Sharyo, Jepang. Pada akhir Februari lalu rolling stock di bawa ke Toyohashi Port di Toyohasyi, terlebih dahulu. Barang telah dikirim dari Jepang sejak 28 Februari 2018 lalu,” kata Willian.

William memperkirakan, rolling stock tiba di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada minggu kedua April.

“Train set 1 dan 2 dalam perjalanan sekarang. Diperkirakan awal April minggu pertama sekitar tanggal 2 April kereta akan tiba di Tanjung Priok. Nanti diangkut secara bertahap ke Depo Lebak Bulus,” lanjut William.

William juga menuturkan, pengiriman rangkaian kereta MRT selanjutnya akan dilakukan pada bulan Juni. Setelah dua kereta pertama tiba di Depo Lebak Bulus, PT MRT memastikan akan langsung melakukan uji coba.

Wiliam menjabarkan dengan kemampuan dan kecepatan kereta, maka kereta MRT mampu melaju hingga kecepatan 80 kilometer per jam saat berada di terowongan dan 100 kilometer per jam di jalan layang.

Namun untuk jarak aman, MRT bakal tetap menggunakan kecepatan rata rata 40 kilometer per jam dengan jarak antar kereta 5-10 menit.

Selain pada dua rangkaian itu, MRT juga bakal menerima barang secara bertahap hingga akhir tahun ini. Total dari pengiriman ini, MRT bakal merancang 16 rangkaian kereta. Rangkaian itu juga tengah masuk proses perakitan di Jepang.

Pada fase awal pembangunan MRT, William mengatakan, setidaknya  ada sebanyak 400 pekerja yang beroperasi di MRT.

Mereka terdiri dari 80 orang masinis dengan lima di antaranya masinis wanita. Dan sisanya operator serta staf. Di setiap stasiunnya akan ada sebanyak 7-8 operator yang mengawasi pergerakan masinis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *