Connect with us

Politik

Dua Kadernya Jadi Pesakitan KPK, PDIP: Jangan Sampai Ada Unsur Politisasi

JARRAK.ID

Published

on

Gedung KPK (doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menegaskan bahwa partainya selalu mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya KPK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua kader partai berlambang moncong putih tersebut. Diantaranya Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar dan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo. Keduanya disangka menerima suap dari pihak swasta dalam proyek pembangunan insfrastruktur di dua daerah tersebut.

Menanggapi hal itu, Basaran menegaskan bahwa berdasarkan mekanisme internal PDIP, siapapun yang berurusan dengan hukum, terutama tindak pidana korupsi apabila ditemukan bukti-bukti yang sah maka langsung mendapatkan sanksi pemecatan dari keanggotaan partai.

“Mana kala seorang kader PDI Perjuangan yang merupakan penyelenggara negara tertangkap tangan OTT oleh KPK, maka ketika memenuhi unsur bukti yang cukup untuk menjadi tersangka, saat itu juga Bu Mega memecat yang bersangkutan ya,” kata Basarah usai menghadiri Haul Taufik Kiemas di Kediaman Megawati, Jakarta, Jumat, (08/06/2018).

PDIP, kata Basarah, akan terus mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Lebih jauh dari itu, pihaknya pun mengaku tak akan memberikan bantuan hukum kepada dua kadernya itu. Apalagi, jika dalam penyidikan KPK, penetapan tersebut memenuhi unsur bukti yang kuat.

“Kalau misalnya di dalam proses penetapan memenuhi unsur-unsur bukti-bukti yang kuat, tidak ada unsur politisasi, tidak ada unsur lain-lain yang menjadi latar belakang penetapan OTT itu, maka kita tidak akan memberikan bantuan hukum apa pun,” ucap Basarah.

Kendati demikian, jika penentuan status tersangka itu ada hal-hal yang tak sesuai mekanisme, bukan tidak mungkin partainya itu akan memberikan bantuan hukum.

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer