Connect with us

Daerah

DPRD Sumenep Kecam Perlakuan Tak Etis Staf Dinkes pada Wartawan

JARRAK.ID

Published

on

Anggota Komisi I DPRD Sumenep yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Darul Hasyim Fath (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menilai negatif soal adanya staf Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat yang menyebut ‘wartawan kurang ajar’.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Darul Hasyim Fath menilai staf Dinkes telah berprilaku diluar ambang batas kewajaran.

Darul menilai, tidak sepantasnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi terhadap Negara dan bertugas di Dinkes bersikap demikian. Seharusnya ASN Dinkes memberikan pelayanan prima kepada siapapun, tidak bersikap arogan dan sewenang-wenang.

“Wartawan yang sedang menunaikan tugas jurnalistik pantang di halangi oleh penyelengara pemerintahan, untuk alasan apapun. Sekali lagi, untuk alasan apapun,” kata Darul.

Politisi asal Pulau Masalembu itu mengatakan apabila terdapat seorang Abdi Negara mestinya bersikap open minded terhadap kuli tinta yang tengah menjalankan tugas peliputan. Sebab, tidak ada alasan untuk bersikap arogan terhadap jurnalis.

“Segala bentuk kekerasan baik Fisik maupun Verbal tak dibenarkan untuk terjadi. Apapun itu alasannya,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak instansi terkait, utamanya Inspektorat Sumenep untuk melakukan tindakan.

“Bila ada kejadian kekerasan menimpa seorang jurnalis dan dilakukan oleh seorang oknum ASN. Inspektorat kabupaten berwenang untuk memeriksa pihak bersangkutan,” tuturnya.

Insiden tersebut terjadi saat salah satu wartawan televisi nasional Net TV hendak mengkonfirmasi soal adanya warga lumpuh di Desa Longos, Kecamatan Gapura, pada Selasa (8/5/2018) kemarin. (Mif)

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer