Connect with us

Daerah

DPRD Minta Pemkab Bondowoso Jabarkan Secara Rinci Program Kemandirian Ekonomi

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso, Ady Kriesna saat memberikan keterangan kepada awak media (Doc. JARRAK)

BONDOWOSO – JARRAK.ID – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso, Ady Kriesna meminta kepada pemerintah daerah agar menjabarkan secara rinci terkait visi kemandirian ekonomi yang menjadi target dalam lima tahun kedepan.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, kemandirian ekonomi masyarakat dapat dilihat dari progres pendapatan dari tahun ke tahun. Semakin tinggi pendapatan suatu daerah, maka akan semakin mudah kemandirian daerah tersebut.

“Kami melihat sektor pendapatan asli daerah yang terpampang dalam draft RPJMD belum mencerminkan keinginan progresif untuk mewujudkan Bondowoso Mandiri Ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 5,89 persen setiap tahun, belum ada progresifitas dalam upaya meningkatkan PAD.

“Kita ini bisa membiayai secara lebih optimal pembiayaan daerah, salah satu sumber yang bisa kita harapkan adalah PAD. Kalo progresifitas PAD rendah, maka kemandirian ekonominya akan jauh,” katanya kepada Jarrak.id setelah usai Rapat Paripurna, Selasa, (22/01/2019).

Kriesna menyakini, potensi PAD akan naik apabila pemerintah daerah berani mengambil kebijakan yang bersifat progresif. Selama ini, kata dia, hanya dari sektor rumah sakit, sementara dari sektor yang lain masih belum, seperti, sektor retribusi, ribuan UMKM, dan potensi SDA serta tempat perhotelan.

Lebih jauh, Kriesna menerangkan, Bondowoso sudah mempunyai konsep intensifikasi dan ekstensifikasi. Pihaknya sudah melakukan kajian yang bisa digali untuk menaikkan PAD. Tapi hal ini masih belum diaplikasikan oleh pemerintah.

“Contoh misalkan untuk ekstensifikasi, pajak perhotelan. Kita monitoringnya masih lemah. Aspek pengawasannya masih lemah,” tandasnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer