Connect with us

Daerah

DPR Sidak Soal Serbuan TKA di Marowali, Begini Hasil dan Faktanya

JARRAK.ID

Published

on

(Doc. Facebook Dede Yusuf)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT Indonesia Marowali Industrial Park (IMIP) di Marowali, Sulawesi Tengah guna meninjau kebenaran soal serbuan tenaga kerja asing (TKA) China di Marowali.

Pasalnya beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan informasi yang beredar melalui media sosial tentang banyaknya TKA China yang bekerja di Marowali. Bahkan jumlah mereka disebut-sebut lebih banyak dibandingkan tenaga kerja lokal.

Menurut Dede, dirinya bersama rombongan yang lain mengecek langsung ke PT IMIP dari kantin pekerja, mess pekerja, pabrik sampai ruang operator untuk mendapatkan informasi yang akurat soal TKA China yang bekerja di Marowali.

Dari hasil pengecekan itu, Dede menemukan jumlah TKA yang berada di PT IMIP berjumlah 2.500 orang. Sementara pekerja lokal mencapai hingga 28.000 orang.

Dede juga menyebut gaji para pekerja lokal cukup menggiurkan yakni Rp 4 juta untuk lulusan SMA yang bekerja sekitar 6 bulan. Sedangkan untuk pekerja dengan masa kerja sudah 2 tahun gajinya mencapai Rp 10 juta per bulan.

“Untuk membuktikan apakah benar TKA dari China menyerbu atau menguasai pabrik. Kami datangi semua, mulai dari kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, bahkan ruang operator. Jumlah karyawan asing ada 2500 TKA-nya. Sementara pekerja lokalnya mencapai 28.000 orang!!! Artinya TKA tidak sampai 10% dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkum HAM di sana,” ujar Dede sebagaimana dibagikan melalui akun media sosial Facebook-nya sebagaimana dilansir Jarrak.id pada Minggu, (08/07/2018).

“Saat ini masih dibutuhkan 10.000 tambahan karyawan lagi, semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka bagi umum. Mungkin ada yang berminat?” lanjut Dede.

Baca Juga:  PKS-Gerindra Tanyakan Soal Payung Hukum Dana Kelurahan

Banyaknya TKA yang berada di PT tersebut diperkirakan karena adanya pembangunan smelter pada 2014 hingga 2016 lalu. Usai smelter rampung, TKA yang tinggal di lokasi PT IMIP hanya sekitar 10 persen.

“Mungkin dulu pada saat pembangunan smelter diawal 2014-2016 banyak TKA yang keluar masuk dengan kontrak per 2-3 bulan. Setelah Smelter berdiri, hanya 10% TKA yang tinggal. Untuk meneruskan Transfer Technologi kepada pekerja lokal. So once again, kami tidak menemukan serbuan TKA, yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yang berasal dari sekitar Sulawesi,” jelasnya.

Dalam kunjungan, Dede juga bertemu dengan Bupati dan Ketua DPRD Morowali untuk membahas pendapatan daerah di sana. Dia meminta agar dibentuk Satgas Pengawasan TKA di sana.

“Saya juga mendapat penjelasan dari Bupati dan Ketua DPRD tentang pendapatan daerah dan multiplier effect ke daerah yang terasa besar. Bahkan Morowali sempat mendapat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 35%. 5 besar tertinggi di Indonesia. Jika hubungan Pemda dan industri bisa berjalan baik, sangat mungkin Morowali ke depan akan menjadi kota industri Metropolitan dengan pendapatan daerah ratusan miliar setahun,” kata Dede.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer