Connect with us

Bisnis

Donald Trump Akan Perketat Impor Baja dan Aluminium

JARRAK.ID

Published

on

WASHINGTON- JARRAK.ID- Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengusulkan agar barang yang masuk ke Negeri Paman Sam seperti baja dan alumunium dikenakan bea masuk atau batasan. Cina sebagai negara pengekspor terbesar dunia tersebut harus gigit bibir menunggu keputusan akhir.

Dirujuk dari Reuters dalam Proposal Depertemen Perdagangan AS yang dikeluarkan pada Jumat (16/2/2018), orang nomor satu AS Presiden Donald Trump direkomendasikan agar memberlakukan pembatasan impor baja dan aluminium, baik dari Cina dan negara lain. Menurutnya, mulai berlakukan tarif global dan khusus berdasarkan negara untuk memperlebar ruang impor.

Departemen Perdagangan AS mengusulkan tarif bea masuk paling sedikit 24% untuk seluruh produk baja dari semua negara, dan setidaknya 7,7% pada seluruh produk aluminium dari semua negara.

Rekomendasi yang diusulkan oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilber Ross kepada Presiden Donald Trump tersebut adalah upaya untuk meningkatkan produksi aluminium dan baja domestik Amerika Serikat hingga 80% kpasitas industri.

Saat ini, pabrik baja Amerika Serikat beroperasi hanya dengan kapasitas 73%, sementara pabrik aluminium beroperasi degan kapasitas 48%. Dengan begitu, rekomendasi itu diharapkan dapat menjaga eletabilitas Amerika Serikat.

Wilber Ross mengatakan bahwa kasus kedua industri berupa baja dan aluminium tersebut dapat mengancam dan memperlemakan keamanan nasional Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump diharapkan mengambil keputusan akhir, termasuk terkait apakah akan mengecualikan negara—negara tertentu, seperti negara—negara sekutu NATO, dari setiap tindakan. Karena rekomendasi tersebut dikira penting dan mendesak.

Rekomendasi yang dijukan oleh Menteri Perdagangan kepada Trump memiliki waktu hingga 11 April untuk mengumumkan keputusannya mengenai pembatasan impor baja dan pada 20 April untuk memutuskan pembatasan aluminium.

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Perdagangan Cina mengatakan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan fakta, sehingga Pemerintah Beijing akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya jika keputusan akhir tersebut bakal berpengaruh besar baginya.

Baca Juga:  18 Pengembang Sudah Tanda Tangani Proyek DP Rumah 0 Rupiah

“Jika keputusan akhir Amerika Serikat mempengaruhi kepentingan Cina, Cina harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya sendiri,” papar Kementerian Perdagangan China, tanpa memberi perincian.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer