Connect with us

Politik

Djoko Santoso Lirik Buni Yani Jadi Tim Medsos Prabowo-Sandiaga Uno

JARRAK.ID

Published

on

Buni Yani (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Mantan Panglima TNI, Djoko Santoso melirik Buni Yani sebagai salah satu tim media sosial pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 mendatang.

“Insyaallah lah yah. Insyaallah tak suruh (saya) masuk (timses),” kata Djoko di kediamannya, Jl. Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu, (08/09/2018).

Djoko menilai Buni Yani cocok karena memiliki latar belakang sebagai tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi.

Menurut Djoko, Buni Yani juga tercatat sebagai salah satu penulis, sehingga cocok untuk ikut mengkampanyekan program Prabowo-Sandiaga di medsos.

“Dia belum minta apa-apa, tapi beliau adalah seorang penulis. (Divisi timses) Medsos lah, dia kan dosen juga kalau nggak salah,” imbuh dia.

“Dia sudah biasa di sini yah, waktu dia di sidang juga kalo nggak salah dosen komunikasi,” sambungnya.

Djoko mengaku mengenal Buni Yani sejak kasus ITE terkait video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain itu, Djoko mengaku juga sering bertukar pikiran dengan Buni Yani.

“(Kenal) Ya mulai di sidang-sidang itu. Dia datang diskusi-diskusi, kita saling tukar-menukar lah, ya kita sebagai orang tua ya sabar, ikuti saja sidang dengan baik kan gitu,” jelasnya.

Untuk diketahui, Buni Yani dihukum pidana penjara 1 tahun 6 bulan karena terbukti melawan hukum mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Posting-an itu berupa potongan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 27 September 2016.

Buni Yani menurut Hakim juga terbukti mengubah durasi video dari 1 jam 48 menit 33 detik menjadi hanya 30 detik.

Baca Juga:  Gaya Komunikasi Politik Ngabalin Ceplas-Ceplos, Tim Sukses Jokowi Mulai Resah

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer