Connect with us

Politik

Divonis Bebas, Alfian Serukan Jangan Pilih Pemimpin Pendukung PKI

JARRAK.ID

Published

on

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bebas kepada Alfian Tanjung dengan delik ujaran kebencian (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bebas kepada Alfian Tanjung dengan delik ujaran kebencian. Alfian Tanjung divonis bebas karena dianggap tidak terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian lewat cuitan ‘PDIP 85% isinya kader PKI’ di akun Twitternya.

Majelis hakim memutuskan bahwa perbuatan Alfian terbukti, tetapi bukan termasuk dalam perbuatan pidana. Dalam pertimbangannya, hakim menyebutkan Alfian Tanjung hanya menyalin tulisan dari salah satu media massa yang tidak diakui Dewan Pers. Sebelumnya Alfian dituntut melanggar pasal 29 ayat (2) UU 11/2008 tentang ITE.

“Menyatakan perbuatan terdakwa telah terbukti, namun bukan perbuatan pidana,” ujar Ketua Majelis Hakim, Mahfudin.

Sementara itu, Alfian menyebut, vonis bebas dirinya itu sebagai sikap jelas agar Indonesia melawan gerakan komunis. Mantan pengajar di UHAMKA itu didakwa oleh jaksa telah melakukan ujaran kebencian karena menyebut 85 kader PDIP adalah PKI.

“Maka putusan ini kita jelas akan menghadapi gerakan komunis dan PKI, dengan cara tidak memilih pemimpin mendukung mereka, 2019 ganti presiden,” terang Alfian usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018), seperti dilansir detikcom.

Menurut Alfian, hakim telah bersikap adil dengan memvonis bebas. Ia menilai, hakim sependapat dengannya dalam melihat gerakan komunis yang mulai masuk ke Tanah Air.

“Hakim terima kasih telah bersikap fair dan adil sesuai fakta hukum berhubungan keutuhan NKRI. Karena kita menangkap gejala invasi komunis internasional,” ujar dia.

Sebelumnya, Alfian dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Cuitan Alfian yang menyebut ‘PDIP 85 % isinya kader PKI’ mengundang reaksi elite PDIP. Menurut mereka, cuitan itu penuh nada provokasi dan ujaran kebencian.

Baca Juga:  Ceramah Gus Nur: Haram Hukumnya Pilih Presiden Jokowi

Meski begitu, Alfian tidak terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian lewat cuitan di akun Twitter karena dianggap hakim hanya melakukan copy-paste dari media yang tidak diakui Dewan Pers.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer