Connect with us

Politik

Dituduh Partai Terkorup, PDIP Justru Tunjuk PKS

JARRAK.ID

Published

on

Ketua DPP PDI Perjuangan, Ham Haq (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua DPP PDI Perjuangan, Hamka Haq , tak terima dengan pernyataan politikus Gerindra Andre Rosiade yang menyebut partainya sebagai partai terkorup kedua.

Andre menyebut hal itu pasca adanya penangkapan kader PDIP yang juga Bupati Purbalingga, Tasdi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akibat korupsi proyek pembangunan Purbalingga Islamic Centre.

Kesal dengan hal itu, Hamka pun menyebutkan bagaimana sepak terjang partai-partai yang selama ini elitnya juga ada yang ditangkap oleh KPK.

“Siapa partai korupsi kedua? Partai terkorup itu siapa-siapa? Kalau Anda mau tahu partai terkorup, siapa presidennya yang pernah korupsi? PKS. Siapa ketua umum pernah korupsi? PPP. Siapa sekretaris umumnya pernah korupsi? NasDem,” kata Hamka Haq di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (06/06/2018).

Menurut Hamka, PDIP bukan partai terkorup. Pasalnya selama ini belum ada satupun elite PDIP yang berurusan dengan KPK karena kasus korupsi. Kondisi ini kata Hamka berbanding terbalik dengan partai-partai lain yang elitenya justru jadi pesakitan KPK.

“Jadi jangan bilang PDIP yang korupsi, lihat siapa pimpinan partainya pernah korupsi. Gubernur siapa pernah korupsi dari PDIP? Kan PKS ada toh, Sumatera Utara. Jadi kita lihat secara objektif lah,” kata anggota DPR Komisi VIII itu.

Selanjutnya, ia juga menyindir partai Golkar yang ketumnya Setya Novanto, Demokrat ketumnya Anas Urbaningrum, Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, mantan Presiden PKS presiden Luthfi Hasan Ishaq, PPP ketua umumnya, Suryadharma Ali. Dimana partai tersebut elitnya yang ditangkap, sementara PDIP hanya kader dan pengurus daerah.

“Kita tidak ada pimpinan partai hanya kroco-kroco,” ucapnya.

Baca Juga:  KPK Jaring Enam Orang dalam OTT di Ambon, Termasuk Pejabat Pajak

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer